Jangan Pernah Menerima Penawaran Kerja Jika Kamu Menemukan 7 Tanda Ini

rsz_7_tanda_kamu_harus_menolak_sebuah_tawaran_kerja1Seorang karyawan normalnya bekerja selama tujuh sampai delapan jam setiap harinya. Jika kamu terpaku jam kerja tersebut, maka kamu akan melewati hari-hari kerja yang berat dan yang ada dipikiran kamu hanya “kapan jam kantor berakhir?” Bayangkan beratnya menghabiskan berjam-jam bekerja di tempat yang tidak menyenangkan dan melakukan pekerjaan yang bukan merupakan ketertarikanmu.

 

Penting untukmu menghindari pekerjaan dan perusahaan yang dapat mengacaukan kehidupan profesional kamu. Walaupun memang tidak mudah menentukan perusahaan yang baik bagi kamu, tetapi kamu bisa menangkap sinyal perusahaan manakah yang tidak baik selama proses perekrutan. Meskipun tidak setiap hal yang kami berikan merupakan sebuah pertanda, tapi hal-hal tersebut dapat membantu kamu berpikir kembali apakah kamu telah yakin untuk menandatangani kontrak yang ditawarkan ke kamu.

 

Komunikasi dilakukan dengan cara yang tidak sopan dan tidak profesional

Bagaimana cara mereka memperlakukan kamu selama proses perekrutan mencerminkan bagaimana kamu akan diperlakukan saat kamu menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Jika komunikasi antara kamu dan perekrut berjalan aneh, tidak sopan dan terkesan tidak profesional, maka kemungkinan inilah yang kamu akan terima selama proses berlangsung. Bagian HR perusahaan harusnya dapat memberikan kamu informasi yang jelas tentang proses perekrutan maupun feedback terkait dengan status lamaranmu. Jika kamu mendapati kesulitan berkomunikasi dengan HR perusahaan, seperti penjelasan yang berputar-putar, atau jadwal wawancara kamu tiba-tiba dibatalkan tanpa ada penjelasan ataupun permintaan maaf, sebaiknya kamu mencari pekerjaan di tempat lain.

 

Keraguan dari perekrut

Background dan reference check diharapkan terjadi selama proses perekrutan. Perusahaan ingin memastikan orang yang akan mereka rekrut sebelum mengenalkannya pada orang-orang di dalam perusahaan. Ini hal yang normal jika nantinya kamu akan mengurusi informasi yang bersifat sensitif dan penting dari perusahaan. Yang seharusnya tidak terjadi adalah perekrut menunjukkan sikap ragu ketika mereka sedang mengamati isi resume dan riwayat pengalaman kerjamu – dan kamu akan merasa integritasmu dipertanyakan. Background dan reference check harus dilakukan secara objektif. Besar kemungkinan jika perekrut dan perusahaan yang meragukan kandidat yang potensial, juga akan meragukan orang-orang yang telah bekerja untuk mereka. Bekerja di lingkungan yang memiliki isu ini bukanlah hal yang tepat untukmu.

 

Tempat kerja yang suram dan tidak menyenangkan

Jadwalkan kunjungan pada tempat kerja yang menurut kamu potensial adalah ide baik untuk mendapatkan informasi mengenai budaya kerja dari perusahaan. Catat dalam kepala kamu kebiasaan yang dilakukan oleh karyawan di sana, interaksi antar karyawan dan tentu saja penilaian kamu menyeluruh terhadap lingkungan kerja. Perhatikan meja kerja yang berantakan dan ruangan publik namun terkesan tidak baik. Terakhir, amati bagaimana para karyawan bekerja. Jika mereka terlihat sangat tertekan, mungkin kamu perlu mempertimbangkan kembali untuk bekerja di sana. Kantor yang terkesan suram, tidak menyenangkan dan berpotensi membuat diri kamu depresi adalah pilihan terakhir.

 

Tempat kerja yang tidak bersahabat

Rekan kerjamu memiliki andil dalam menentukan kesuksesan dan kedudukan kamu di perusahaan. Bekerja dengan atasan yang kamu hormati dan juga menghargai kamu adalah hal yang diharapkan oleh siapapun. Hal yang sama juga berlaku bagi rekan kerjamu. Sebelum memutuskan untuk mengambil suatu pekerjaan, pastikan kamu menginfokan perekrut atau interviewer tentang gaya kerjamu untuk mengetahui apakah sesuai dengan perusahaan. Jika kamu merasa mereka tidak seperti yang kamu harapkan, kamu dapat menunda sesaat keputusan apakah kamu menerima tawaran bekerja di tempat tersebut atau tidak. Ketika kamu bertemu dengan manajer kamu atau diperkenalkan kepada orang-orang yang akan bekerja denganmu, ikuti instingmu. Jika kamu merasa tidak cocok dengan manajer atau sebagian besar tim, kamu perlu berpikir lebih lama untuk menerima tawaran pekerjaan itu.

 

Reputasi perusahaan yang buruk

Jika reputasi yang dimiliki perusahaan buruk, kamu harus berpikir dua kali untuk bekerja dengan mereka. Dengan internet kamu bisa dengan mudah mengetahui status perusahaan. Banyak forum online di mana kamu dapat menemukan testimoni tentang perusahaan-perusahaan. Penting untuk melakukan riset ke manapun karena mungkin pendapat buruk yang kamu baca adalah bagian dari kampanye kotor. Tetapi jika setelah investigasi kamu mendapati sebagian besar komentar buruk tersebut memang beralasan, mungkin kamu tidak harus melanjutkan proses lamaran kamu pada perusahaan tersebut.

 

Tidak jelasnya kewajiban pekerjaan, ekspektasi dan tolak ukur keberhasilan

Manajer perekrutan dan supervisor kamu seharusnya mampu untuk mendiskusikan masalah tanggung jawab pekerjaan, ekspektasi dan tolak ukur keberhasilan dengan jelas. Mereka juga seharusnya dapat memberikan informasi yang jelas bagaimana kinerja kamu akan dievaluasi dan area pekerjaan kamu. Jika kamu menerima instruksi dan informasi yang kurang jelas dari mereka, mintalah penjelasan lebih lanjut agar kamu mengerti seutuhnya. Mengambil pekerjaan di mana tidak ada kejelasan hanya akan berujung masalah.

 

Direkrut tanpa melalui proses yang seharusnya

Wawancara, tes, background dan reference check adalah bagian dari proses lamaran yang seharusnya dilakukan. Ketika kamu direkrut tanpa melalui proses yang semestinya bukan selalu menjadi hal yang buruk, tetapi kamu harus tetap waspada jika kamu menghadapi hal ini. Jika kamu menilai perusahaan tersebut meragukan, mungkin tanda bahwa kamu perlu berhati-hati.

 

Manajer perekrutan, perekrut dan bahkan perusahaan seringkali bergantung pada “insting” dalam membuat sebuah keputusan saat merekrut seorang kandidat yang potensial dan tidak ada alasan bagimu untuk tidak mengandalkan dirimu. Yakinlah pada apa yang kamu rasakan. Jika kamu merasa tidak percaya diri dengan sebuah tawaran pekerjaan, tahan diri untuk langsung menerima tawaran tersebut dan lakukan beberapa riset. Jangan tergesa-gesa karena pada akhirnya itu hanya akan memberikan penyesalan pada diri kamu.

 

 

Sekarang kamu sudah tahu tanda-tanda kapan kamu tidak harus menerima sebuah penawaran kerja jobsDBers. Silakan berikan komentar di bawah ya.

 

Bergabunglah di Facebook Fan Page, follow Twitter, dan terhubunglah di G+ kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Jangan lupa share artikel yang ada di jobsDB agar dapat menginspirasi rekan-rekan Anda dalam berkarier.

Iklan lowongan baru setiap hari berarti kesempatan baru. Jangan sampai ketinggalan. Buat Job Alert