Toxic Boss Syndrome

Pernahkah Anda merasa boss Anda selalu memberi Anda tekanan pekerjaan berlebih, membuat kotak-kotak dalam grup, atau Anda merasa karir Anda terancam olehnya? Apakah Anda merasa di-bully?

Beberapa ciri seorang toxic boss adalah menyedot banyak energi di dalam kelompok, suka meremehkan, dan menganggap bawahan tak penting. Atasan semacam ini selalu menganggap diri mereka lebih baik dari orang lain, tidak peduli, dan tidak pernah mau tahu. Hal terpenting bagi mereka adalah Anda berhasil menyelesaikan semua tugas yang diberikan.

Hal ini penting bagi Anda untuk mengetahui tipe atasan yang seperti ini. Mereka secara signifikan dapat menurunkan produksi dan meningkatkan biaya produksi. Mereka bisa membuat keadaan perusahaan besar menjadi tempat yang tidak menyenangkan untuk bekerja, dan bisa meruntuhkan perusahaan kecil.

Lalu bagaimanakah cara untuk mengatasi toxic boss? Simak tips berikut:

Identifikasi Perilakunya

Menurut penelitian yang dilakukan oleh The Workplace Bullying and Trauma Institute, ada bermacam-macam tipe boss dengan sikap seperti; boss yang secara langsung menjatuhkan dengan menghina nama panggilan, mereka secara agresif melakukan kontak mata untuk mengintimidasi. Ada juga yang menjadi ular berkepala dua yang berpura-pura baik dengan tujuan untuk mensabotase Anda.

Tetap Profesional

Jika atasan Anda memiliki gaya manajemen yang sulit, Anda tidak harus repot-repot berharap bahwa perilaku buruk atasan Anda akan hilang. Namun berikanlah respon dengan selalu melakukan yang terbaik dan tetap bersikap profesional.

Catat Perilakunya

Mendokumentasikan setiap perilaku tidak menyenangkan atasan Anda itu penting jika Anda berencana untuk melaporkannya ke pihak yang lebih berwenang di perusahaan, misalnya pihak manajemen pusat atau kebagian sumber daya manusia di perusahaan Anda.

Cari Dukungan Rekan Kerja

Bukan berarti harus menjilat kesana kemari. Bangun hubungan dengan atasan dan rekan kerja yang lain, sekaligus mengambil langkah untuk membangun kemandirian Anda. Temukan kegiatan di luar hari kerja untuk menjaga kebugaran dan kepercayaan diri Anda.

Bertahan Atau Tidak?

Apakah Anda memutuskan untuk bertahan atau meninggalkannya. Apabila Anda memutuskan untuk tetap bertahan, carilah cara untuk menghadapinya atau Anda cuma bisa menjadi seorang yes-men yang bisa menelan mentah-mentah perintah si boss tanpa diberi kesempatan untuk memberi masukan. Jika Anda memustuskan untuk mundur, pastikan ini adalah keputusan yang tepat bagi Anda. Semua kembali kepada Anda biarkan integritas dan keberanian mengantar Anda ke hal yang terhormat. Jangan sampai Anda salah mengambil keputusan.