Tips Wawancara Bagi Anda yang “INTROVERT”

Helpful-Job-Interview-Tips-for-Introverts1Wawancara kerja dapat dikategorikan sebagai pengalaman yang menegangkan bagi setiap orang, tapi bahkan lebih dari sekedar menegangkan bagi kamu yang introvert. Wawancara memaksa sang introvert untuk bertemu orang baru dan memberikan penjelasan tentang keahlian dan prestasi yang dimiliki – hal yang bertolak belakang dengan karakter si pemilik kepribadian ini. Hal tersebut seakan-akan memberikan gambaran bahwa wawancara tidak berpihak pada mereka yang introvert. Namun kalian jangan khawatir, dengan menerapkan strategi dan cara yang tepat, bahkan seseorang yang paling introvert pun dan bersinar dan sukses saat wawancara kerja.

Tips untuk Anda yang Introvert dalam Wawancara

Lakukan Riset Sebelum Wawancara

Kami selalu menyarankan pelamar untuk mengetahui seluk-beluk pekerjaan dan perusahaan yang menjadi target kamu. Ingatlah bahwa ini adalah proses pencarian kerja, di mana kamu harus tampil maksimal sewaktu wawancara dan kamu harus mencoba menggali informasi mengenai target perusahaan sebanyak-banyaknya. Lakukan riset sebanyak yang kamu butuhkan untuk meruntuhkan rasa panik saat wawancara yang kemungkinan besar akan melanda diri kamu. Termasuk di dalamnya mempelajari informasi perusahaan dan posisi yang akan kamu lamar. Lengkapi diri kamu dengan informasi penting ini sehingga kamu memiliki senjata ampuh untuk menghadapi kemungkinan buruk yang mungkin timbul saat wawancara.

Rasa takut dapat muncul kapan saja. Nancy Ancowitz yang merupakan ahli pada bidang introvert mengatakan bahwa segala persiapan wawancara dapat memudahkan kamu pada saat proses tersebut berlangsung. Segala usaha yang telah kamu lakukan akan memberikan kamu keuntungan lebih dibanding rival-rival kamu yang melamar pada posisi dan perusahaan yang sama. Jadi ingatlah, semakin banyak informasi yang kamu miliki, maka semakin sedikit kecemasan kamu!

 

Cari Tahu Latar Belakang Interviewer Kamu

Terkejut mendengar saran yang tidak biasa tersebut? Kami mengetahui hal tersebut bahkan sebelum perekrut melakukan riset terhadap kamu secara online, jadi kami menyarankan kamu untuk melakukan hal yang sama terhadap mereka! Bukan hal yang buruk jika kamu mencoba bertanya mengenai informasi siapa yang akan mewawancarai kamu saat kamu mendapat undangan wawancara – hal ini juga dapat mengurangi rasa panik kamu. Ini adalah strategi yang baik digunakan sehingga kamu terhindar dari kesalahpahaman, seperti membuat asumsi yang salah terhadap target siapa yang akan mewawancarai kamu. Hal ini juga memungkinkan kamu untuk menjadi lebih dekat dengan orang tersebut, di mana hal ini jelas akan menguntungkanmu. Sebagai contoh, riset kamu menemukan bahwa intervewer kamu merupakan lulusan dari Universitas yang sama denganmu. Persamaan ini dapat kamu gunakan sebagai bagian dari percakapan.

 

…Tetapi Jangan Sampai Tertekan karena Kamu Harus Membangun Hubungan dengan Interviewer Kamu

Yap, menemukan persamaan dengan interviewer adalah cara yang baik untuk mengurangi rasa panik selama wawancara, tetapi kami juga tidak menyarankan kamu untuk memaksakan hal tersebut jika tidak ada yang dapat kamu temukan. Kamu tidak harus menambah hal baru yang dapat membuat kamu tertekan, karena wawancara saja sudah menimbulkan tekanan tersendiri. Butuh beberapa saat bagi seorang introvert untuk sekedar melakukan pemanasan dan hal tersebut adalah hal yang wajar. Kamu hanya perlu menjadi diri sendiri dan tidak perlu bingung jika kamu tidak bisa akrab dengan interviewer kamu. Tujuan utama wawancara adalah untuk mengetahui apakah kamu orang yang tepat bagi perusahaan, so kamu hanya perlu fokus menjawab dengan rasa percaya diri semampu yang kamu bisa lakukan.

 

Lakukan Latihan Wawancara dengan Teman Terdekatmu

Hal yang mungkin seorang introvert khawatirkan adalah kesan yang kelak ditinggalkan di benak orang lain. Karena kamu yang introvert biasanya butuh beberapa saat untuk berkomunikasi dengan orang lain, cenderung membuat orang lain merasa bosan. Dengan melakukan wawancara “pura-pura” dengan teman dekatmu, kamu dapat melewati situasi ini.

Pada titik ini, kamu harus memiliki informasi yang lengkap sehingga kamu bisa mendapatkan jawaban yang tepat sebagai dasar dari pertanyaan yang mungkin dilontarkan interviewer kepada kamu, so ini adalah waktu yang tepat untuk berlatih. Selama latihan, siapkan juga hal-hal yang akan kamu tanyakan saat wawancara nanti.

Pada saat yang bersamaan, kamu juga harus teliti dalam memberikan respon jawaban. Jika memungkinkan, rekam saat di mana kamu berlatih karena hal tersebut mungkin menjadi hal yang akan terjadi pada saat wawancara yang sesungguhnya. Jika sikap kamu dapat menimbulkan pertanyaan, maka kamu butuh untuk menyesuaikan diri.

 

Berpikir Positif

Karena seorang introvert memiliki kelemahan dalam berinteraksi terhadap orang lain, maka wajar bila wawancara dianggap hal yang harus diwaspadai. Bersikap negatif pun tidak akan ada gunanya, so apa yang harus seorang introvert lakukan untuk melawan hal tersebut? Mencoba optimis terhadap proses wawancara merupakan permulaan yang baik. Bayangkan bahwa wawancara sebagai hal yang positif dan biarkan “hukum tarik-menarik” berjalan secara alami selama proses berlangsung. Tanamkan dalam benakmu bahwa kamu akan tampil dengan baik. Buat gambaran tersebut dalam pikiran kamu, dan segala sesuatu akan terasa lebih mudah.

Dalam konteks ini, “berpura-pura” bukan merupakan hal yang buruk. Hal ini ternyata dapat menumbuhkan semangat ketika berada dalam situasi yang menekan kamu, seperti saat melakukan public speaking dan wawancara kerja. Jika kamu merasakan sedikit tekanan saat wawancara berlangsung, berpura-puralah – bawa interviewer­ menganggap diri kamu merasakan kemudahan saat berbicara dan saat melakukan interaksi sosial!

Diam, introspektif dan independen – sifat-sifat yang mungkin tidak tepat ditunjukkan saat wawancara kerja, tapi sebaliknya, tanpa kamu sadari merupakan kualifikasi yang dicari oleh perekrut. Terdapat beberapa perusahaan di mana orang-orang introvert maju dan berkembang. Biarkan hal ini menjadi hal yang mendamaikan pikiran kamu: perusahaan ini menghargai kamu sehingga kamu diundang untuk mengikuti proses wawancara, maka seharusnya hal ini tidak menjadi penghalang bagi perjalanan karir kamu. Menjadi seorang yang introvert bukan merupakan suatu kecacatan, jadi kamu harus berhenti khawatir!

Buat para JobsDBers yang merasa dirinya introvert, kalian bisa menerapkan tips-tips di atas. SIlakan share tanggapan kamu di comment box yaa.

Bergabunglah di Facebook Fan Page, follow Twitter, dan terhubunglah di G+ kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Jangan lupa share artikel yang ada di jobsDB agar dapat menginspirasi rekan-rekan Anda dalam berkarier.

Iklan lowongan baru setiap hari berarti kesempatan baru. Jangan sampai ketinggalan. Buat Job Alert