Tips Menghadapi Karyawan yang Sedang Marah

Kemarahan adalah suatu kekuatan yang dapat mendorong seseorang atau kelompok untuk bergerak lebih maju lagi atau justru sebaliknya akan membawa kehancuran terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah direncanakan. Merupakan sifat yang pasti dimiliki oleh manusia dan itu sangat kodrati apabila seseorang marah, namun cara mengekspresikannya berbeda-beda ada yang secara terang-terangan dan ada yang cuma disimpan saja marahnya tanpa diungkapkan oleh karena itu, berhati-hatilah karena kemarahan yang nampak lebih mudah ditangani dari pada kemarahan yang terjadi tanpa di ekspresikan oleh seseorang. Anda juga harus tahu bahwa kemarahan yang tidak di ekspresikan langsung biasanya mempunyai jumlah yang besar.

Lalu bagaimana kalau salah satu teman kantor kita marah – marah mungkin pada atasannya, sesama rekan kerjanya, marah pada orang lain di luar dari perusahaan, atau bahakan marah dengan Anda. Tindakan apakah yang harus kita lakukan agar kondisi kantor dan pekerjaan tetap berjalan lancar sesuai dengan waktunya. Banyak masalah kinerja menjadi menurun sebagai akibat dari penundaan dalam menangani kemarahan.

Tunjukkan minat Anda. Ketika seorang karyawan menunjukan kemarahan, bersegeralah sebisa mungkin untuk berurusan dengannya, dengan menunjukan minat padanya dan menciptakan waktu untuk membicarakan situasi tersebut, tunjukan bahwa Anda peduli dan menghargai persepsi dan perasaaan karyawan tersebut.

Tunjukkan rasa empati. Tanggapilah perasaan orang tersebut, bersikaplah empati seolah-olah Anda ada pada posisi karyawan tersebut. Berikan pendapat Anda mengenai permasalahannya secara objektif.

Beri kesempatan dia untuk bicara. Selalu mengijinkan karyawan untuk bicara, jangan menginterupsi jika mereka ragu-ragu untuk berbicara, doronglah mereka dengan penuh perhatian dan cara yang halus. Contoh: “Anda kelihatannya lagi kacau. Saya mau membantu Anda meskipun Anda marah pada saya”. Jika seorang karyawan menolak untuk membicarakan apa yang merisaukan mereka, pertimbangkan dengan menggunakan kata-kata: “saya paham kalau Anda ragu-ragu untuk membicarakan hal ini, mungkin Anda bisa membicarakannya lain waktu, saya masih terbuka untuk Anda dimanapun dan kapanpun”.

Lakukan pembicaraan empat mata. Jika ternyata rekan Anda ini memiliki permasalahan dengan Anda, ajaklah dia untuk bicara langsung dengan Anda berdua saja misalnya minum kopi setelah jam kantor. Mungkin dengan cara ini dia lebih bisa mengekspresikan pendapatnya mengenai Anda.

Jadilah pendengar yang baik. Sebelum Anda menyatakan pendapat dari sisi Anda tentang situasi tersebut, pastikan Anda sudah mendengar apa yang dia katakan, gunakan mendengar aktif. Contoh: “Pak Budi, jika saya memahami Anda dengan benar, Anda sedang marah karena saya meragukan kemampuan Anda, apakah itu benar?”.

Bersikap netral. Jika rekan Anda sudah bisa menceritakan kemarahannya dan menemukan titik permasalahan sekaligus solusinya, jangan lupa katakan “apakah perasaan Anda lebih baik sekarang?”. Anda mungkin tidak benar-benar mendapatkan respon atau jawaban yang jujur jadi, berhati-hatilah dengan nada suara dan isyarat non verbal sehingga Anda bisa membicarakannya lain waktu.