Sudahkah Anda Berpikir Secara Analisis?

Apakah itu berpikir analitis? Tahukah Anda, seperti apa berpikir yang analitis itu? Ketika Anda ingin melamar suatu pekerjaan berdasarkan Info Kerja atau iklan online recruitment yang ada di koran dan media internet, maka Anda akan melihat beberapa persyaratan yang diajukan oleh perusahaan yang membuka lowongan, salah satunya adalah mampu berpikir analitis.

Kalau kita perhatikan, hampir seluruh perusahaan yang membuka lapangan kerja menginginkan kandidat yang mampu berpikir secara analitis. Tapi apakah Anda sudah memahami apa yang dimaksud dengan berpikir analitis.

Berpikir analitis merupakan salah satu aspek kognitif yang bekerja secara sistematis, dimana seseorang dapat menguraikan atau memisahkan suatu hal berdasarkan bagian – bagiannya sehingga mampu menemukan keterkaitan dari bagian – bagian tersebut. Seseorang yang memiliki pola pikir analitis biasanya mampu melihat suatu permasalahan secara menyeluruh sehingga Ia bisa menemukan dimana letak kesalahannya dan segera menemukan jalan keluarnya. Menurut Benjamin Bloom, seorang ahli psikologi pendidikan, pola pikir analitis menekankan pada pemecahan materi ke dalam bagian yang lebih khusus dan mendeteksi hubungan antara bagian – bagian tersebut serta menyatukannya menjadi suatu solusi atau pemecahan dari permasalahan tersebut.

Dalam dunia kerja sekarang ini, perubahan terjadi begitu cepat dan ini menyebabkan begitu banyak permasalahan dan Anda dituntut untuk selalu bisa memecahkan itu semua dalam waktu yang relatif cepat karena setiap perusahaan menginginkan Anda bekerja secara efisien dan efektif. Maka dari itu, sudah menjadi suatu syarat yang mutlak jika Anda yang harus bisa mengatasi setiap permasalahan dalam pekerjaan secepat mungkin demi kelangsungan hidup perusahaan.

Menurut Ralfh Ross, berpikir Analitis meliputi beberapa hal seperti menjadikan suatu pemecahan masalah yang masuk akal, meneliti dan mengevaluasi beberapa kesimpulan umum, membuat gambaran umum dari kesimpulan berdasarkan informasi yang ada, mempertimbangkan argumen yang valid, membuat sebuah jawaban dari suatu permasalahan berdasarkan pengolahan informasi yang ada.

Be fan of us on Facebook and follow us on Twitter