Stres Berkaitan dengan Profesi Pekerjaan

Stres dan depresi dalam bekerja adalah suatu kondisi dimana setiap individu dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang melebihi kemampuan maksimum induvidu tersebut. Biasanya hal ini ditandai dengan menurunnya tingkat produktivitas dalam bekerja dan perubahan perilaku ini merupakan suatu permasalahan umum yang dialami oleh setiap induvidu. Meskipun dia seorang pelajar bukan berarti tidak mengalami stres, contohnya saat menempuh ujian akhir semester atau nasional

Beban mental dari pekerjaan sangat berpengaruh bagi stres kerja itu sendiri. Seorang konselor kesehatan mental di Buffalo, New York, Amerika Serikat, Deborah Legge, PhD mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek yang berkontribusi atau memperburuk stres terhadap pekerjaan. Salah satunya adalah jam kerja yang tidak menentu. Selain itu faktor lingkungan juga dapat memicu gejala stres.

Setiap profesi pekerjaan memiliki tanggung jawab dan resiko yang harus dihadapi dan permasalahan stres dan depresi tidak mengenal profesi pekerjaan. Berikut adalah beberapa profesi pekerjaan. Berikut adalah beberapa profesi pekerjaan yang dapat memicu stres dan depresi.

1. Seniman, “Entertainer”, dan Penulis

Pekerja dalam bidang seniman, entertainer dan penulis memiliki kecenderungan stres yang tinggi karena dipengaruhi pendapatan yang tidak teratur dan jam kerja yang tidak pasti. Orang-orang yang dituntut bekerja secara kreatif memiliki resiko stres lebih tinggi serta cenderung mengalami gangguan mood.

 

2. Customer Service

Profesi Customer Service atau pelayanan pelanggan dapat memicu gejala stres dan depresi. Profesi customer service ini biasanya menerima keluhan pelanggan terhadap kepuasan service atau pelayanan sehingga profesi ini harus memiliki kontrol yang kuat terhadap emosi.

 

3. Tenaga Pengajar / Pendidik

Tuntutan terhadap tenaga pengajar atau dosen dan guru tampaknya akan terus berkembang. Banyak faktor yang dapat memberi tekanan, biasanya tekanan itu muncul dari anak-anak ( pelajar dan mahasiswa ). Peran orangtua yang menuntut pelayanan pendidikan yang bermutu, terkait dengan pemenuhan standar nilai, juga sering menjadi pemicu stres bagi profesi ini.

 

4. Public Relation Officer

Setiap perusahaan membutuhkan seorang Public Relation (PR) karena profesi PR memiliki tanggung jawab dalam memegang image perusahaan di ruang publik atau masyarakat umum. Seorang PR dituntut untuk memberikan presentasi dan penjelasan yang baik mengenai perusahaan tempat ia bekerja. Biasanya seorang Public Relation Officer diawasi langsung oleh pemimpin perusahaan karena kesalahan sekecil apapun akan berdampak besar terhadap perusahaan.

 

5. Finance dan Accounting

Para akuntan dan Finance memiliki tanggung jawab yang begitu banyak terkait pengaturan keuangan perusahaan. Profesi ini dituntut dengan tanggung jawab, nilai kejujuran dan moral kepercayaan yang tinggi.

 

6. Marketing dan Sales

Setiap perusahaan yang maju dan berkembang sangat dipengaruhi oleh baik atau tidaknya marketing dan sales dari perusahaan tersebut. Seorang marketing harus mendapatkan banyak klien untuk pencapaian targetnya. Begitu juga dengan tenaga penjual (sales) yang bekerja berdasarkan komisi. Dua bidang ini cenderung melakukan perkerjaan lapangan dan umumnya seorang sales atau marketing mempunyai pendapatan yang tidak pasti (tergantung pencapaian target) dan hal ini dapat memicu stres yang tinggi, disamping tekanan yang luar biasa, dan jam kerja yang panjang.

Be fan of us o Facebook and follow us on Twitter