Skill, Pengalaman, atau Potensi: Apa yang Paling Penting?

Kriteria apa yang paling penting pada seorang kandidat: skill, pengalaman atau potensi? Para ahli mempertimbangkan pro dan kontra pada proses rekrutmen berdasarkan masing-masing atribut, dan mengungkapkan bagaimana memutuskan kombinasi ideal saat memasang iklan lowongan pekerjaan untuk posisi yang akan datang.


 Skill

 

Skill

Menemukan kandidat dengan skill teknis yang tepat adalah prioritas nomor satu bagi banyak perusahaan ketika mengisi jabatan baru, kata Shannon Roberts, Director of talent management Queensland and New Zealand at global recruitment company Hudson. Keuntungan mempertimbangkan kandidat yang memiliki skill adalah “Anda akan membawa seseorang yang dapat berlari, dengan sedikit induksi dan produktivitas yang tinggi”. Tetapi Roberts mengatakan bahwa perushaan cenderung terlalu menekankan keterampilan teknis ketika memilih kandidat di tingkat managerial, dengan mengorbankan kecocokan kultur, motivasi, kepemimpinan, dan potensi. Akibatnya, “perusahaan mungkin akan kehilangan beberapa kandidat yang berpotensi besar”. “Dengan perubahan dan berkembang yang sangat pesat dalam dunia bisnis, perusahaan akan bersama dengan seseorang yang tidak dapat memiliki fleksibilitas dan kemampuan untuk berkembang dalam organisasi.” Samantha Barnett, Digital Talent Lead, EX – Manajemen Produk di MYOB mengatakan jika perusahaan membutuhkan seseorang dengan keterampilan khusus, maka mereka akan fokus pada kandidat tersebut, tetapi perusahaan lebih memprioritaskan penyelarasan kandidat dengan value perusahaan. “Anda bisa mengajarkan keterampilan; sangat sulit untuk ‘mengajarkan’ kecocokan value perusahaan, ”kata Barnett. “Jika kita tidak melihat selain skill maka kita akan menanggunng biaya dan kerusakan yang besar akibat karyawan yang salah rekrut”

Pengalaman

Menghired kandidat yang memiliki pengalaman berarti lebih mudah ditransfer pengalamanya sehingga mengurangi beban pelatihan, induksi, sehingga lebih meningkatkan kecepatan produktivitas kerja, kata Roberts. “Mereka lebih yakin memperkerjakan kandidat tersebut karen memiliki pengalaman sehingga dapat melakukan pekerjaan dan berkinerja dengan baik sejak hari pertama join di perusahaan ” Risiko kandidat yang memiliki pengalaman adalah perbedaan dalam visi dan misi organisasi perushaan, harapan peran, budaya, kata Roberts. “Pengalaman atau peran di satu perusahaan tidak selalu langsung dapat ditransfer langsung ke jabatan atau perusahaan yang baru. Jika tugas dan jabatan berubah maka orang tersebut perlu memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan tugas dan jabatan baru. ” Barnett mengatakan kadang-kadang seorang kandidat yang hebat mungkin tidak menemukan lingkungan yang tepat, atau telah diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang diperlukan. Selain itu, pengalaman kandidat sebelumnya dalam perusahaan tertentu dapat membuat bias dalam benak recruiter untuk melihat potensi kandidat. “Kinerja atau pengalaman masa lalu, meskipun bermanfaat, tidak selalu merupakan indikator utama kesuksesan seseorang di perusahaan baru. Kami melihat jauh kedepan apa yang kandidat cantumkan mereka”

Potensi

“Mencari kandidat yang memiliki potensi sangat penting bagi kami,” kata Barnett dari MYOB. “Kami memiliki budaya belajar dan berusaha memahami‘ bagaimana orang ini dapat berkembang dan tumbuh bersama kami? ” Ketika merekrut dengan potensi yang dimiliki kandidat, perusahaan mungkin tidak mendapatkan manfaat dengan cepat dari keterampilan atau pengalaman spesifik karyawan, kata Barnett, tetapi “kami sadar tentang memilih keuntungan jangka panjang daripada kekurangan dari kandidat tersebut”. Roberts mengatakan mencari kandidat potensial seperti membuka auditsi. “Anda mungkin mendapatkan seseorang yang tidak hanya berhasil dalam posisi pekerjaan saat ini tetapi memiliki potensi untuk peran samping atau ke atas dalam perusahaan Anda.” Ada risiko disini, meskipun, bahwa jika penilaian potensi dibuat murni pada perasaan – bukan penilaian obyektif – potensi kandidat mungkin tidak terwujud pada pekerjaan, kata Roberts, ahli psikometrik. Dan jika organisasi tidak memberikan dukungan dan pelatihan, “orang itu dapat dibiarkan tenggelam sendiri”.

Menemukan perpaduan Skill, Pengalaman, dan Potensi yang tepat

“Kombinasi ketiganya – keterampilan, pengalaman dan potensi – yang akan memberi Anda hasil terbaik,” kata Roberts. Jika sebuah iklan pekerjaan terlalu spesifik, banyak kandidat yang bagus tidak sesuai dengan kualifikasi iklan, tetapi jika kriteria seleksi lebih diperluas dan umum, akan ada kumpulan pelamar yang lebih beragam. “Mungkin ada beberapa “batu permata” yang bersinar dalam kumpulan kandidat dari industri lain yang melamar dimana memiliki keterampilan yang dapat ditransfer,” kata Roberts. Misalnya, iklan pekerjaan mungkin meminta pengalaman dengan latar belakang industri oil and gas. Tetapi kumpulan kandidat akan lebih besar jika posisi itu terbuka bagi mereka yang berasal dari industri petroleum, konstruksi dan engineering, yang memiliki kemampuan dan dapat membawa wawasan dari pengalaman mereka dalam industri yang saling melengkapi. “Anda dapat menemukan seseorang yang sangat cocok dan dapat membawa keberagaman dan inovasi di perusahaan,” kata Roberts.

Barnett setuju bahwa kombinasi sifat selalu akan memberikan hasil yang lebih kaya. MYOB menghargai potensi karyawan untuk belajar dan tumbuh dari keterampilan dan pengalaman mereka sebelumnya, katanya. “Karena itu kami ingin memahami apakah seseorang ingin tahu, bersemangat tentang apa yang mereka lakukan dan berinvestasi dalam meningkatkan diri mereka sendiri.” Jika peran di MYOB membutuhkan keterampilan tingkat tinggi, seperti Developer, skill kandidat perlu assesment. Namun demikian, “pengalaman bertahun-tahun kurang perlu bagi kami,” kata Barnett. “Misalnya, pengembang dengan pengalaman dua tahun mungkin memiliki skill coding yang lebih baik daripada developer dengan pengalaman sepuluh tahun.” Program DevelopHER MYOB adalah program pendalaman karir bagi kandidat yang tidak memiliki pengalaman sebagai developers menjadi software developer elit. “Assessment ini murni didasarkan pada passion, attitude, dan potensi,” kata Barnett. “Sebagai bisnis teknologi dengan permintaan akan bakat yang terus bertambah, kami memfokuskan pola pikir kami pada perekrutan karyawan dengan potensi yang besar di atas kemampuan skill.

“Gagal melihat potensi akan membatasi akses kita ke kandidat hebat.”

  Source: seek.com.au