Percakapan Penentu Masa Depan

Di Indonesia, ada jutaan karyawan yang berpindah tempat kerja setiap harinya, dan jumlah itu tidak kalah banyak dengan para fresh graduate yang diterima kerja di perusahaan baru. Itu artinya ada paling tidak ada sekitar dua atau tiga orang karyawan baru pada setiap perusahaan, entah hasil mutasi dari divisi lain, atau baru direkrut untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Pindah tempat kerja bisa berarti pindah lingkungan kerja. Tak jarang mereka yang berpindah tempat kerja akan menemui lingkungan dan suasana kerja yang benar-benar baru di kantor yang baru. Banyak dari mereka kemudian canggung untuk memulai beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, bahkan karena terlalu canggung, Anda bisa menjadi “the next public enemy” dalam kantor tersebut.

Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa menjadi karyawan baru yang dapat diterima dengan baik di lingkungan kerja yang baru? Para tetua dan sesepuh kita pernah berkata, “Semua berawal dari ucapan”. Nampaknya benar saja, karena orang pasti memandang pola pikir dan intelektualitas kita melalui bagaimana kita berbicara dan berkomunikasi.

Ya, komunikasi adalah kunci dari segalanya, tapi terkadang banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa kita menggunakan cara komunikasi yang salah. Contohnya pada saat memulai percakapan. Kita terkadang memulai percakapan yang salah yang dapat berujung pada hal yang tidak kita inginkan. Untuk itu, pada artikel kali ini kami akan memberikan tips tentang bagaimana memulai pembicaraan yang baik sesuai dengan jabatan lawan bicara kita atau tujuan yang ingin kita capai melalui percakapan tersebut.

Menyapa atasan saat santai istirahat, dengan tujuan menjadi lebih dekat dengan atasan Atasan merupakan pribadi yang angker bagi kebanyakan karyawan. Salah sedikit maka surat peringatan pun akan segera mendarat dengan mulus ke meja Anda. Anda bisa memulai percakapan dengan atasan Anda dengan pertanyaan seperti, “Sudah berapa lama bekerja di sini?” atau dengan pertanyaan “Perusahaan ini sudah berapa lama berdiri?” jika Anda bertemu dengan pendiri perusahaan. Para atasan (yang umumnya karyawan tua) sangat senang jika diajak berbicara tentang perjalanan karir dan prestasi-prestasi yang telah ia peroleh. Memang mungkin selanjutnya obrolan bisa menjadi agak membosankan, tapi sang atasan akan memberikan apresiasi yang lebih karena Anda sudah menjadi pendengar yang baik.

Merayu resepsionis Banyak cara yang bisa ditempuh untuk memulai percakapan ini. Mungkin bisa dimulai dengan apa yang ada di sekitar meja resepsionis seperti “Mbak, ini fingerprint yah? Cara pakai nya gimana yah?” atau mungkin dengan menanyakan, “Mbak, toilet sebelah mana yah?”. Jika dirasa pertanyaan ini singkat, cobalah untuk sedikit akting tidak paham. Lakukan dengan sering, pasti resepsionis itu akan cepat mengenal Anda.

Berkenalan dengan rekan satu ruangan yang cantik Hampir sama dengan cara membuka obrolan dengan resepsionis tadi, hanya saja dengan rekan sekantor biasanya lebih berbicara tentang dunia kerja yang dijalani, misalnya “Ehm, mbak, sori, gue boleh pinjem pulpennya gak? Gue butuh nge-draft design pamflet nih, pulpen gue abis”. Dari situ pasti obrolan bisa berlanjut ke sharing pengalaman dan bukan tidak mungkin bisa berlanjut ke nomor telepon.

Itulah beberapa tips dari kami, selain tips di atas, perlu juga Anda ketahui bahwa ada beberapa pertanyaan yang harus Anda hindari. Misalnya saat bertemu dengan bos Anda, jangan sekali-kali Anda menyapa seperti ini “Halo bos, by the way, istri bapak cantik juga yah” jika itu Anda lakukan, ya Anda sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Selamat mencoba.

Be fan of us on Facebook and follow us on Twitter