Mental dan Sikap “Entrepreneur” untuk Para Wanita
8-Mental-dan-Sikap-Entrepreneur-untuk-Para-Wanita

Kini kaum perempuan mulai berbangga diri karena kemampuan perempuan mulai disetarakan dengan jajaran pria – pria hebat. Banyak wanita yang sudah berhasil dalam karir dan jangan heran pada era globalisasi saat ini banyak entrepreneur wanita, mereka mampu melihat peluang dan berani berinovasi dan membuat suatu terobosan. Singkat kata para wanita modern kini lebih memilih jenjang karir menjadi berwirausaha.

Dr Martha Tilar, pendiri perusahaan kosmetik dan spa mengatakan “Kesuksesan berwirausaha dipengaruhi juga oleh sikap mental positif dalam diri perempuan”. Suatu bukti nyata akan kesuksesan dan prestasi wanita dalam berwirasusaha adalah Martha Tilaar sebagai brand produk kecantikan dan sebagai nama besar seorang perempuan yang terjun langsung membangun bisnis yang kini semakin dikenal dunia.

Perempuan yang memilih berwirausaha wajib menanamkan beberapa sikap mental dalam dirinya agar berprestasi di bidangnya.

Low profile. Setiap perempuan wirausaha yang berhasil dengan berbagai bidang usahanya, dapat menjadi panutan bagi orang lain agar terus berkarya dan maju. Bukan berbicara soal bisnis yang berkembang sangat pesat dan maju tapi bagaimana cara, sikap dan kepribadian entrepreneur perempuan. Jangan pernah untuk bersikap iri hati, berbangga diri akan kelebihan dan kemampuan tapi sebaiknya selalu bersikap low profile.

High Motivation. Setiap perempuan yang berjiwa entrepreneur harus memiliki motivasi tinggi, untuk dirinya, yang kemudian dapat membawa virus yang baik untuk orang lain. Semangat motivasi bisa didapatkan dari mana saja. Perempuan harus tetap belajar, bahkan belajar dari kesalahan yang dibuatnya. Dalam perjalanan kehidupan pasti setiap manusia akan menemukan kegagalan, namun setidaknya kita harus bangkit dan melewatinya jangan pernah untuk kalah dengan kegagalan.

Empowerment. Misi pemberdayaan selalu melatar belangkangi akan setiap kebijakan.

Collaboration. Perempuan perlu berkolaborasi untuk sukses dengan apa pun bidang usahanya. Kolaborasi tak hanya dilakukan dengan perempuan, namun juga laki-laki. “Perempuan perlu bersatu dengan tim yang kompeten, tetapi tak berarti meremehkan atau laki-laki disingkirkan.