Memulai Karier Dari Awal Lagi
memulai-karir-dari-awal

Walaupun sudah bekerja cukup lama, dengan posisi yang baik dan penghasilan yang lebih dari cukup, pernahkah Anda berpikir bahwa sesungguhnya pekerjaan ini bukan pekerjaan yang benar-benar ingin Anda lakukan? Terkadang muncul perasaan tidak puas, ingin mencoba sesuatu yang baru, hal yang benar-benar Anda minati. Mengikuti munculnya perasaan tersebut, Anda juga merasakan gejala lain yang seperti mulai melihat dan memfokuskan hanya pada hal-hal negatif dari pekerjaan, padahal banyak hal positif lain yang bisa Anda nikmati. Anda juga mulai melihat pekerjaan sebagai rutinitas yang membosankan, walaupun sesungguhnya posisi Anda yang cukup signifikan dalam perusahaan yang terus memberikan berbagai tantangan dalam tanggung jawab.

Saat inilah muncul keinginan untuk memulai pekerjaan dan karier baru. Terlebih lagi jika Anda sudah mengetahui passion atau panggilan jiwa Anda dalam bekerja, akan semakin besarlah keinginan untuk meninggalkan pekerjaan yang ‘mengeringkan’ jiwa Anda dan beralih ke hal yang benar-benar merupakan passion hidup Anda. Sebelum Anda menyerahkan tanggung jawab Anda sebagai seorang pemimpin dan memulai pekerjaan yang baru, ada beberapa hal yang harus jadi perhatian.

 

Think and rethink.

Sebelum meninggalkan semua yang telah dibangun dari awal untuk sesuatu yang belum tentu 100% cocok dengan Anda, pikirkan kembali hal yang membuat Anda tidak suka dari pekerjaan sekarang. Mungkinkah yang Anda tidak sukai adalah perusahaannya bukan pekerjaannya? Apakah Anda bosan dengan rutinitas dan perlu stimulasi lagi? Mungkinkah Anda hanya butuh istirahat sejenak? Apakah hal tersebut sesungguhnya bisa diatasi dengan mudah? Pikirkan kemungkinan bahwa Anda juga akan merasakan hal yang sama jika Anda bekerja di tempat yang baru.

Analisa kelebihan.

Bertahun-tahun bekerja dalam satu bidang tertentu yang bisa saja menjadikan Anda ahli. Namun memasuki bidang baru, walaupun memang disukai belum tentu membuat Anda memiliki tingkat keterampilan yang sama. Analisa lagi apakah passion dan kelebihan Anda cukup untuk memulai karier baru dengan konsekuensinya, terlebih lagi jika Anda nantinya harus memulai dari awal lagi, sementara posisi yang dipegang selama ini adalah pemimpin. Analisa juga apakah Anda memiliki transferable skill atau keterampilan yang selama ini dibutuhkan dalam pekerjaan yang lama, juga akan berguna di karier Anda yang akan datang. Contohnya keterampilan manajemen atau keahlian mengoperasikan software tertentu.

Be knowledgeable.

Hasrat yang besar dan kecintaan akan bidang tertentu harus diimbangi dengan kesediaan Anda untuk memperbaharui keterampilan yang dibutuhkan. Bekali diri Anda dengan pengetahuan, tip dan trik agar Anda mampu keep up dengan perkembangan bidang tersebut. Dapatkan informasi sebesar-besarnya termasuk resiko, persaingan dan segala konsekuensi yang akan Anda tanggung. Jika Anda ingin mengejar impian sebagai fashion designer yang memiliki butik sendiri, update diri dengan tren yang ada, tekhnik dan pemasarannya. Begitu juga dengan bidang lain.

Manfaatkan jejaring Anda.

Salah satu cara untuk memfasilisasi usaha Anda terjun ke bidang baru adalah dengan mendapatkan informasi dari jejaring Anda. Cara ini mungkin terkesan informal tapi seringkali ada hal-hal kecil yang harus Anda ketahui dari mereka yang telah lama berkecimpung di bidang tersebut. Seperti Jika Anda mengimpikan jadi penulis, ada etika tak tertulis bagaimana mendekati editor atau berapa lama Anda harus menunggu sebelum meminta konfirmasi tentang naskah Anda dari mereka.

Siapkan pengganti.

Sejalan dengan usaha Anda untuk membekali diri dengan hal yang dibutuhkan untuk berganti karier, mulailah untuk berburu pengganti yang potensial. Ini memang sesungguhnya tanggung jawab HRD, namun sebisa mungkin Anda juga turut ambil bagian dalam memilih. Jangan tinggalkan tim Anda tanpa pemimpin yang kompeten. Terlebih lagi jika Anda memimpin tim yang selama ini menganggap Anda sebagai role model yang mengayomi. Minimize rasa kehilangan dan muluskan masa transisi mereka dengan pemimpin baru yang Anda yakini kompeten dan berkualitas. Jangan putuskan hubungan dengan mereka dan ingatlah bahwa bisa saja dimasa depan mereka memegang peranan penting dalam karier baru Anda nanti.

Remember! Anda mungkin tidak bahagia di tempat kerja Anda sekarang, tetapi belum tentu juga Anda akan merasa bahagia di tempat kerja Anda yang baru. Do your best!

(Artikel ini juga bisa dibaca di Harian Sore Suara Pembaruan edisi Sabtu tanggal 12 Juni 2010)