Manfaatkan Emosi Anda dalam Bekerja

”Anda tahu sebuah pekerjaan merupakan panggilan jiwa Anda, ketika Anda menyukai kerja keras dan rutinitasnya.” ~ Logan Pearshall Smith

Banyak orang beranggapan bahwa profesionalisme sesorang terlihat ketika orang itu mampu meredam emosinya. Seseorang yang mampu menutupi reaksi emosionalnya akan mempermudah orang tersebut untuk menunjukan kemampuan terbaiknya. Tapi menurut Anne Kreamer, seorang eksekutif Nickelodeon dan penulis buku I’ts Always Personal, justru berpendapat sebaliknya. Anne berpendapat bahwa seseorang yang bisa menunjukan emosinya dalam pekerjaan dapat membantu orang itu untuk menunjukan kemampuan keunggulannya dalam bekerja.

Menurut Anne, selama emosi itu ditunjukan dengan cara yang tepat maka akan mengubah kondisi emosional menjadi sebuah kesempatan dan peluang karir yang besar.

Saat merasa bahagia. Ketika Anda merasa bahagia manfaatkanlah kondisi perasaan Anda untuk meningkatkan kreatifitas dan produktifitas. Di saat seperti ini, fokus pikiran kita akan semakin tajam, level dopamin yang membuat ketenangan juga akan meningkat, sehingga Anda akan memiliki bannyak perspektif dalam memandang suatu masalah.

Saat merasa marah, ketika kita merasa marah, libatkan diri Anda dalam memecahkan masalah bersama. Dengan membiarkan emosi mengalir justru akan memunculkan banyak pilihan sosulsi dalam pikiran kita, terutama dalam pertemuan – pertemuan individu, bukan dalam rapat besar. Atau Anda juga bisa menantang diri Anda untuk menyelesaikan pekerjaan yang dirasa sulit saat situasi seperti ini.

Saat mulai Frustasi. Frustrasi biasanya terjadi ketika Anda merasa terjebak atau terperangkap dalam kondisi yang tidak menyenangkan, atau tidak mampu bergerak maju dalam dalam beberapa hal. Misalnya saja, pekerjaan yang udah deadline tapi tidak selesai. Apapun alasannya jangan terlena dengan perasaan ini, Anda harus melawannya dengan terus maju mengerjakan tugas kerja Anda, dan jangan hiraukan lingkungan sekitar yang dapat menggangu Anda. Bila perlu Anda dapat mengasingkan diri Anda sejenak dan menenangkan diri.

Saat ingin menangis. Perlu diketahui bahwa menangis bukanlah tanda kelemahan atau ketidaksenangan seseorang terhadap pekerjaan atau lingkungan kerja Anda, tapi lebih kepada sinyal bahwa ada masalah yang harus segera diselesaikan. Segera cari tempat yang nyaman dan lakukan analisis penyebab Anda ingin menangis, janagn biarkan Anda terlalu lama tenggelam dalam keadaan ini.

Saat merasa gugup. Biasanya rasa gugup muncul saat pekerjaan yang diberikan tidak jelas atau berlebihan. Identifikasi rasa gugup Anda dan lakukan hal – hal yang spesifik. Ketika rasa gugup datang, manfaatkanlah utnuk meningkatkan kemampuan membuat perencanaan dan jangan menunda – nunda pekerjaan.

Perlu diingat, bahwa untuk mencapai kesuksesan perlu adanya kecerdasan secara emosional yang baik. Pastikan Anda mampu memanfaatkan emosi positif dalam setiap aspek pekerjaan Anda. Juga kecerdasan Anda untuk menyingkirkan semua emosi negatif dari hidup Anda secara baik.

Be fan of us onFacebook and follow us on Twitter