Liburan dan Etos Kerja

rsz_liburan-dan-etos-kerja1Mengapa kita harus sibuk dan bersemangat dalam merencanakan liburan jauh-jauh hari yang kadang-kadang akan mempengaruhi pekerjaan karena pikiran kita jadi tidak fokus? Memang liburan itu penting untuk menghilangkan rasa penat setelah melakukan rutinitas kerja meskipun setiap akhir pekan kita selalu berlibur.

Mengecek status dari para warga facebook yang berisi keluhan-keluhan tentang perusahaan mereka yang tidak memberlakukan cuti bersama pada karyawannya padahal mereka telah lama mempersiapkan liburannya, atas situasi ini mengakibatkan banyak karyawan yang kurang bersemangat dalam bekerja.

Meskipun kita berlibur dengan mengunjungi suatu tempat, berbelanja ini itu belum tentu juga kita selalu bersemangat dalam bekerja setelah berlibur dan ketika masuk kerja kita beralasan overwrought karena habis liburan dan stress karena menghabiskan uang banyak.

Diberikan waktu untuk liburan atau tidak seharusnya jangan sampai mempengaruhi etos kerja kita karena dalam bekerja kita sedang mempersiapkan masa depan, karir dan penghidupan kita jauh-jauh hari yang akan memberikan dampak bagi kehidupan bagi kita dan orang-orang yang kita cintai.

Untuk mempertahankan etos kerja kita dalam keadaan yang tidak kita sukai diperlukan resep-resep khusus dan etos kerja yang tinggi seyogyanya juga harus dimiliki oleh setiap karyawan karena perusahaan sangat membutuhkan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari setiap karyawan, kalau tidak perusahaan akan sulit berkembang, dan memenangkan persaingan dalam merebut pangsa pasarnya. Setiap perusahaan yang selalu ingin maju, akan melibatkan anggota untuk meningkatkan mutu kinerjanya, diantaranya setiap perusahaan harus memiliki etos kerja. Maka individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki etos kerja yang tinggi, apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja setiap manusia.
  2. Menempatkan pandangan tentang kerja, sebagai suatu hal yang sangat luhur bagi eksistensi manusia.
  3. Kerja yang dirasakan sebagai aktifitas yang bermakna bagi kehidupan manusia.
  4. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita.
  5. Bekerja adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah.

Kalau kita menghayati poin-poin diatas mungkin kita tidak akan mengeluh atas sesuatu kesenangan atau liburan yang tertunda karena tuntutan pekerjaan, kita akan tetap enjoy dan menikmatinya.

Be fan of us on Facebook and follow us on Twitter

Tingkatkan kesempatan Anda untuk direkrut. Buat profil jobsDB

Tingkatkan kesempatan Anda untuk direkrut. Perbarui Profil jobsDB