Kisi-kisi Cara Dipanggil Wawancara Kerja

Wawancara kerja adalah kunci terpenting dalam mendapatkan pekerjaan idamanmu, karena pada saat wawancara lah kamu dapat meyakinkan perekrut bahwa kamu adalah orang paling tepat untuk mengisi posisi incaranmu. Tetapi, kita semua tahu bahwa persaingan untuk mencari kerja sangatlah sengit. Penolakan dingin dan lamaran-lamaran tak berbalas sudah lumrah terjadi.

Nah, apa yang perlu kamu lakukan untuk mendapat panggilan wawancara kerja untuk pekerjaan idamanmu?

Kami punya kisi-kisi dari tiga ahli rekrutmen tentang apa yang membuat mereka pada akhirnya memanggil para calon untuk wawancara kerja. Simak ya!

tips wawancara kerja

Tingkatkan kesempatan Anda untuk direkrut. Buat profil jobsDB

Tingkatkan kesempatan Anda untuk direkrut. Perbarui Profil jobsDB

#1. Surat Lamaran yang Baik

Cover letter atau surat lamaran yang ditulis dengan baik adalah kunci penting mendapatkan interview kerja. Surat lamaran adalah hal pertama yang akan dibaca perusahaan tentang dirimu, oleh karena itu paparkan skill dan kepribadianmu di dalamnya. Jangan lupa menulis surat pengantar secara rapi, bebas dari salah eja, perhatikan tanda baca, dan tidak berputar-putar. Bahkan jika kamu belum punya pengalaman kerja, surat lamaran yang mengesankan bisa membuatmu dipanggil wawancara kerja lho!

#2. Resume yang Rapi

Resume yang rapi sangat penting dalam membantumu mendapatkan interview kerja. Tidak heran, HRD di perusahaan harus memproses berbagai macam resume yang datang ke perusahaannya—yang artinya resume saingan-sainganmu! Resume yang rapi memungkinkan detil-detil pentingmu langsung terbaca dengan jelas. Perhatikan pula layout atau tampilan resumemu. Bereksperimenlah dengan tampilan yang enak dilihat dan jangan terlalu kaku agar resumemu tampak menarik di antara pelamar lainnya, khususnya jika kamu mengincar kerja di bidang kreatif.

#3. Hilangkan Detil-detil Kecil

Surat pengantar dan resume yang rapi adalah syarat mutlak. Bisa dikatakan mereka adalah kesan pertama yang kamu tawarkan pada perusahaan dan permohonan untuk menerimamu. Tetapi, jangan beberkan semua di dalamnya. Hilangkan detil-detil kecil kegiatanmu dari dalam resume atau surat pengantarmu, karena kamu bisa mendiskusikannya lebih lanjut dalam wawancara kerja. Hal ini memastikan isi resume dan surat pengantarmu tetap padat serta berkualitas, serta tidak terlihat dipanjang-panjangkan.

Menurutmu, apa lagi yang membuatmu dipanggil untuk wawancara kerja?

Be fan of us on Facebook and follow us on Twitter