Ketika Anggota Tim Anda Terlibat Konflik
konflik-tim

Memimpin tim yang anggotanya terdiri dari karyawan dengan berbagai latar belakang membuat argumentasi dan perbedaan pendapat muncul secara alami. Dalam situasi tertentu bahkan bisa dianggap sebagai hal yang baik karena tiap anggota aktif berpartisipasi dan antusias menjalankan tanggung jawab mereka. Namun tak jarang perbedaan pendapat berkembang menjadi hal yang tidak menyenangkan seperti percekcokan bahkan perkelahian.

Ketika hal ini terjadi dalam tim yang Anda pimpin, apa yang harus Anda lakukan? Mengatasi konflik antar karyawan memang tricky. Jika Anda masuk ke konflik terlalu cepat mereka tidak akan belajar untuk menyelesaikan konflik sendiri. Namun jika Anda membiarkannya terlalu lama, ada kemungkinan persoalannya akan semakin besar dan bukan tidak mungkin akan menghasilkan masalah dan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi. Contohnya saat konflik berkepanjangan mempengaruhi produktifitas, performa bahkan menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi karyawan lainnya. Kalau sudah begini, kinerja tim yang dipertaruhkan.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi konflik antar karyawan.

 

Beri teguran segera.

Jika konflik sudah berkembang menjadi percekcokan atau perkelahian secara terbuka, apalagi terjadi di tempat kerja, berikan teguran secara langsung. Bahkan jika hal ini terjadi didepan tim lainnya, jangan segan untuk memberikan melakukannya dengan tegas. Hal ini memang akan mempermalukan mereka namun pada saat yang sama akan memberikan terapi kejut. Mereka akan menyadari bahwa setiap bahwa adu mulut secara terbuka, terlebih berkelahi merefleksikan karakter mereka dan perlakuan yang mereka terima. Jika mereka memilih untuk bertikai karena gagal menyelesaikan masalah dengan dewasa, teguran keras yang bisa mempermalukan mereka akan diterima.

Selesaikan segera.

Perkelahian dan percekcokan muncul karena mereka kedua belah pihak tidak bisa mengatasi persoalan dengan dewasa. Sebagai pemimpin bantu mereka untuk menyelesaikan hal ini dengan bijaksana dan seadil-adilnya. Adakan pertemuan tertutup untuk membantu mereka mencari jalan keluar yang adil terlebih jika pemicu pertikaian adalah masalah yang berkaitan dengan pekerjaan. Jelaskan tindakan Anda sebelumnya yang menegur mereka didepan umum. Sampaikan dengan jelas mengenai sanksi dan konsekuensi yang mereka akan terima (jika perusahaan sudah memiliki regulasi mengenai hal ini). Jika belum atau tidak ada peraturan, diskusikan jalan keluar terbaik dan minta mereka berdua untuk menyepakati hasilnya. Jika perlu buat perjanjian tertulis yang ditandatangani mereka berdua. Saat inilah kesabaran ekstra dan taktik negosiasi Anda sangat diperlukan dalam menyelesaikan masalah yang menguntungkan semua pihak.

Prevensi sejak awal.

Tumbuhkan suasana kerja tim, ciptakan atmosfir yang menghargai pencapaian dan prestasi kelompok daripada hasil kerja individu. Jika Anda ingin memberikan reward atas hasil kerja, berikan atas nama kelompok, bukan individu. Dengan demikian setiap anggota akan merasa pencapaian tim adalah juga hasil kerja mereka, dan setiap masalah yang muncul antara mereka akan mempengaruhi produktifitas tim.

Atur dalam regulasi.

Jangan biarkan setiap argumentasi atau perbedaan pendapat berkembang menjadi perkelahian terbuka. Buat peraturan tertulis bahwa perusahaan tidak mentoleransi perkelahian dalam kantor, terlebih lagi yang melibatkan kontak fisik. Berikan sanksi yang bagi yang melanggar.

What happen next.

Jangan lepaskan masalah ini setelah usaha Anda mendamaikan mereka selesai. Monitor perkembangan kasus antara mereka. Pastikan jika mereka berdua menjalankan kesepakatan yang dibuat dengan Anda. Jika hal yang sama terulang kembali, jangan segan untuk memberikan sanksi lebih untuk menunjukkan konsistensi Anda sebagai pemimpin.

 

Remember! Konflik dalam team adalah hal yang wajar, pastikan selalu ada penyelesaian atas konflik tersebut.

(Artikel ini juga bisa dibaca di Harian Sore Suara Pembaruan edisi Sabtu 19 Juni 2010)