Friend Request dari Bos: Terima atau Tolak?
Zaman sekarang, jalur komunikasi tidak terbatas pada telepon saja. Social media merupakan salah satu sarana komunikasi yang wajar dimiliki setiap orang. Namun, dilema pasti akan menyerangmu: “Apakah saya harus menerima friend request dari bos?” Kamu tentu sungkan dan tidak mau membuat bosmu tersinggung, namun di sisi lain, kamu sebenarnya ingin memisahkan antara kehidupan personal dan profesional.
Tips Menggunakan Sosial Media Dalam Kerja
 
Jika kamu memiliki social media, berarti kamu memiliki kehidupan di dunia maya yang harus diatur. Semakin banyak akun yang kamu miliki, semakin banyak pula “kepribadian” yang wajib dijaga agar tidak mempermalukan diri sendiri dan membahayakan kariermu. Masih banyak orang yang tidak sadar bahwa yang mereka tulis atau pos di sosial media dapat berdampak negatif bagi image pribadi, maupun secara profesional. Ini beberapa orang yang dipecat karena sosial media:
 
  • Justine Sacco yang menjabat sebagai Direktur Komunikasi di InterActive Corp. yang merupakan perusahaan di balik sejumlah situs terkenal seperi Ask.com, Daily Beast, dan Dictionary.com dipecat karena twit rasisnya yang dianggap melecehkan penduduk Afrika serta orang kulit hitam
  • Ashley Payne, seorang guru, dipecat dari pekerjaannya karena memasang foto sedang memegang segelas minuman keras di Facebook. Pihak sekolah menganggap perbuatannya tidak layak dan tidak mendidik
  • Ismawati, seorang guru di Parepare, dipecat setelah mengomentari status Facebook anak kepala sekolah dengan menyebut rekan-rekan sesama gurunya “bodoh”
 
Kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa social media harus digunakan secara bijaksana. Sebuah pos yang mungkin terlihat sepele atau dimaksudkan untuk bercanda dapat membahayakan kariermu. Jadi simak baik-baik tips menggunakan sosial media dalam kerja, apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan di social media, apalagi kalau kamu berteman dengan bosmu!
 

Tips Menggunakan Sosial Media Dalam Kerja

 
  • AYO pelajari dan pergunakan privacy settings atau pengaturan privasi di akun media sosialmu. Situs-situs media sosial saat ini memungkinkan penggunanya untuk mengatur privasi berbeda untuk kelompok sosial yang berbeda pula. Ini bisa kamu manfaatkan dengan mengelompokkan mana yang rekan kantor, saudara, sahabat, atau teman biasa. Jadi, kamu bisa mengatur kelompok mana yang melihat posmu dan mana yang tidak bisa melihatnya.
 
  • JANGAN pos apapun yang bisa membuatmu diomeli nenek! Yah, mungkin kedengarannya konyol, tetapi ini bisa diandalkan untuk menjaga reputasimu di dunia maya. Kalau kamu bingung mana yang normal, mana yang kelewatan, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu nyaman jika nenekmu atau ibumu melihat pos tersebut? Ini akan membuatmu berpikir ulang untuk menulis atau mengepos hal-hal yang kelewat pribadi di media sosial. Meskipun, kamu sudah mengatur privacy setting, tapi tidak menutup kemungkinan ada “penghianat” yang bisa saja menyebarkan posmu.
 
  • AYO representasikan perusahaanmu dengan baik. Beberapa perusahaan kerap meminta para karyawan sebagai duta tak resmi untuk mempromosikan produk atau layanan mereka di akun pribadi. Jika kamu diminta untuk melakukan hal tersebut, lakukan dengan baik. Buatlah image yang baik dan mewakili nilai-nilai positif perusahaanmu. Misal, jika kamu bekerja sebagai guru TK, tampilkan dirimu sebagai pribadi yang bisa dipercaya mendidik dan mengasuh anak-anak kecil. Hapus dulu foto-foto merokok atau party-mu!
 
  • JANGAN membicarakan hal-hal menyangkut pekerjaan yang sifatnya rahasia. Salah satu cara kehilangan kepercayaan dari perusahaanmu, adalah mengungkap informasi yang harusnya rahasia kepada publik. Ingat-ingat lagi, dalam kontrak kerjamu dulu pasti tercantum poin untuk menyimpan rahasia perusahaan. Jadi, kalau kamu melanggarnya, bisa jadi kamu dipecat—atau menghadapi tuntutan secara hukum!
 
  • AYO jaga profil media sosialmu tetap positif dan bebas konflik. Jaga akunmu tetap bernuansa optimistik dan merepresntasikanmu sebaik mungkin. Artinya, jangan sampai kamu bertengkar secara online dan menulis komen atau memasang foto yang tidak pantas. Selalu ingat, bahwa terkadang pengaturan privasi tidak cukup mencegah orang melihat pos-pos pribadimu. Filter terkuat adalah dirimu sendiri!
 
  • JANGAN mengeluh tentang pekerjaanmu secara Setelah hari yang melelahkan di kantor, apalagi di jalan pulang yang macet, rasanya sangat menggoda untuk mengeluh di Twitter atau Facebook atau blog tentang betapa menyebalkannya harimu. Selamatkan dirimu dari drama tidak perlu di social media! Tahan dulu dan ceritakan persoalanmu kepada sahabat, orang tua, atau saudara. Jangaan sampai kamu terjebak masalah runyam seperti wanita ini:
 friend request dari bos
 
 
Kembali lagi ke dilema di atas: “Apakah saya harus menerima friend request dari bos?” Jika kamu bersedia mengikuti saran-saran ini, seharusnya tidak akan ada masalah yang timbul setelah kamu menerima request bosmu. Kalau perlu, bookmark artikel ini, sehingga kamu tidak pernah kelepasan melakukan hal-hal bodoh di akun social media-mu!
 
Apakah kamu punya pengalaman menarik soal dilema di atas, atau kamu pernah terlibat masalah dengan social media? Ayo, ditunggu komentarnya di bawah.