Bos, Lakukan Hal Ini Agar Dicintai Karyawan

Agar Dicintai Karyawan

Seiring berkembangnya zaman, generasi millennial sudah mulai memasuki dunia kerja. Dengan sifat dan karakter yang berbeda dengan generasi di zaman Anda, mengharuskan para manajer tidak bisa menerapkan gaya kepemimpinan terdahulu yang bertangan besi. Umumnya, para generasi millennial menginginkan pemimpin yang dapat membimbing dan menginspirasi mereka.

Selain generasi millennial, generasi lain pun juga akan Anda pimpin. Ini berarti, pekerjaan Anda sebagai manajer akan semakin berat dengan beragamnya generasi karyawan Anda. Terlebih lagi sebagai bos, Anda mempunyai andil cukup berarti untuk menciptakan lingkungan kerja nyaman yang akan meningkatkan produktifitas kerja. Untuk itu, menciptakan persahabatan dengan tim Anda sudah tentu menjadi goal yang harus dicapai.

Yang Harus Dilakukan Bos Agar Dicintai Karyawan

 

Dengarkan Karyawan Anda

Kebanyakan bos lebih sering bicara daripada mendengarkan. Padahal, atasan yang baik itu adalah yang mau mendengarkan bawahannya. Mungkin saja karyawan Anda mempunyai pendapat berbeda yang tidak Anda pikirkan sebelumnya. Dengan mendengarkan karyawan, Anda mendapat masukan yang lebih tepat dan mencegah kerugian yang mungkin akan dialami perusahaan. Libatkan karyawan Anda saat sesi meeting dengan para manajer lain. Siapa tahu ada ide segar yang dilontarkan karyawan Anda.

Karyawan berharap dapat membagi pemikiran mereka dan memberikan kontribusi lebih ke perusahaan daripada hanya mendengarkan perintah bosnya saja. Dengan mendengarkan pendapat karyawan, mereka merasa lebih dihargai dan mempunyai andil terhadap perusahaan.

Selain mendengarkan suara mereka mengenai pekerjaan, Anda juga harus bersedia menjadi pendengar mereka tentang keluh kesah yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan. Berikan saran yang sekiranya bisa membantu untuk memecahkan permasalahan tersebut, sehingga karyawan Anda dapat kembali fokus dalam bekerja.

Tidak Ragu untuk Terjun Langsung

Bos, harap ingat ini: manajer yang baik tidak pernah menyuruh karyawannya sesuatu yang ia sendiri tidak mau mengerjakannya. Pimpin karyawan Anda dengan tindakan, bukan dengan sekedar perkataan saja, apalagi hanya dengan perintah. Coba untuk tempatkan diri Anda di posisi mereka. Jangan ragu untuk terjun langsung ke lapangan, sehingga Anda mengerti kendala apa yang sedang dihadapi oleh karyawan dan Anda dapat langsung mengobservasinya. Hal ini juga akan membuat karyawan merasakan semangat Anda, sehingga mereka dapat memberikan yang terbaik.

 

Hindari Pilih Kasih

Salah satu ciri atasan yang baik adalah tidak pernah pilih kasih terhadap bawahannya. Karyawan Anda pastilah tidak ingin melihat bosnya memperlakukan bawahan satu dengan baik, sedangkan ke bawahannya yang lain Anda memperlakukannya dengan buruk. Contohnya, peraturan tentang keterlambatan haruslah berlaku sama ke seluruh karyawan. Tapi walaupun begitu Anda boleh kok untuk bersikap tegas. Selama peraturan yang Anda buat tersebut adil, rasional dan berlaku untuk semua orang, karyawan Anda pasti tidak akan protes.

 

Lebih Fleksibel

Sebagai atasan, Anda memang wajib untuk bersikap tegas. Tapi bukan berarti akan menjadi atasan kaku dan tidak punya selera humor sama sekali. Berada di posisi atas kadang kala membuat ego seseorang menjadi besar. Tunjukkan kepada karyawan, bahwa Anda masih mempunyai rasa humor. Pemimpin yang baik akan sanggup menahan marahnya dan mempunyai selera humor baik yang tidak mempermasalahkan hal sepele.

Hindari Menegur di Depan Banyak Orang

Teguran yang Anda berikan kepada karyawan di depan banyak orang akan membuat mentalnya makin down dan berakibat pada kurang fokus saat bekerja. Bahkan bisa menghasilkan kebencian atau perlawanan yang berujung konflik. Jika Anda memberikan teguran atau masukkan kepada karyawan, sampaikan secara lisan dengan sopan atau bisa juga melalui e-mail dengan bahasa yang mengedukasi. Ingat, Anda adalah atasan mereka, yang otomatis Andalah panutan dan teladan bagi karyawan. Jadi, bersikaplah terpelajar namun bijaksana, terutama saat karyawan Anda melakukan kesalahan atau pelanggaran.

Jadilah Pribadi yang Hangat

Hubungan yang baik berawal dari komunikasi yang baik pula, termasuk hubungan Anda sebagai atasan dan karyawan yang Anda pimpin. Sebagai atasan yang baik, Anda harus mengerti dan mudah untuk ditemui oleh karyawan, sehingga saat mereka ingin berkonsultasi, mereka dapat menemui Anda secara langsung.

Jika seorang manajer terlalu mengintimidasi dan sulit untuk ditemui, ini akan membuat hubungan bos-karyawan hanya sebatas hubungan pekerjaan saja dan harapan untuk menciptakan lingkungan kerja yang hangat akan musnah. Pastikan bahwa Anda sangat menerima dan mudah untuk ditanya pendapat ataupun masukkan dari karyawan.

Dengan beragamnya generasi yang Anda pimpin, Anda harus jeli dan pintar dalam menjadi atasan mereka. Posisikan karyawan sebagai partner, bukan employee (bawahan), ini dilakukan agar terciptanya jalinan yang sinergis, bahu membahu dalam kerja sama membangun perusahaan. Jadilah atasan yang peka terhadap karyawan. Pastinya karyawan Anda pun akan lebih loyal, lebih menghargai, lebih fokus dan lebih bersemangat untuk ke kantor. Sehingga, Anda sebagai atasan akan merasakan manisnya teamwork yang erat dan solid.

Menurut Anda, hal lain apa saja yang dibutuhkan seorang manajer agar disenangi oleh para karyawan? Jangan ragu untuk share di comment box!

Bergabunglah di Facebook Fan Page, follow Twitter, dan terhubunglah di G+ kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Jangan lupa share artikel yang ada di jobsDB agar dapat menginspirasi rekan-rekan Anda dalam berkarier.