Bersikap Bijak dalam Menghadapi Persaingan Kerja

Bayangkan jika diantara rekan kerja Anda akan menusuk Anda dari belakang. Tentunya akan terjadi perang dingin antara Anda dan yang bersangkutan, dan tentu bukan suasana yang kita semua harapkan. Dalam lingkungan kerja, Anda tidak bisa menghindari interaksi dengan rekan-rekan di kantor. Anda dituntut untuk pandai bergaul dan mudah menyesuaikan diri. Kepiawaian Anda dalam berinteraksi plus komunikasi terbukti cukup jitu untuk mendongkrak karir Anda.

Tetapi tidak semua rekan kerja itu menyenangkan. Persaingan yang cukup ketat dilingkungan kerja terkadang memang menimbulkan benturan-benturan diantara sesama rekan kerja. Tetapi Anda juga jangan lupa bahwa keberhasilan seseorang tak jarang dihadapi dengan rasa iri hati dan dengki oleh rekan lainnya, karena dari persaingan tersebut biasanya produktifitas juga akan meningkat.

Sikap persaingan sebenarnya hal yang sudah sangat biasa terjadi dan manusiawi. Karena tiap orang tentu ingin sukses juga seperti yang lain yang berada dilingkungan kerjanya. Beberapa orang justru melakukan tindakan yang cukup ekstrim dan bisa menganggap orang yang menyainginya sebagai musuh.

Untuk menjaga produktifitas, ada baiknya Anda tetap menjaga diri atau segera menyelamatkan diri saat Anda menyadari diri Anda terjebak dalam persaingan yang tidak sehat. Karena biar bagaimana pun tidak mudah untuk menebak ujung dari permainan ini, apakah akan bergerak ke arah yang positif dan menaikkan produktifitas Anda atau justru ke arah negatif yang bisa menghancurkan karir Anda.

Berikut tips untuk menghindari persaingan yang bersifat negatif:

  1. Jangan memasukkan orang ketiga.

    Sering kali terjadi, seseorang khususnya perempuan untuk menceritakan kekesalannya kepada pihak ketiga. Teman Anda tidak akan menciptakan solusi. Hanya Anda yang bisa menyelesaikannya, sebaiknya selesaikan masalah Anda langsung pada orang yang bersangkutan untuk menghindari kesalahpahaman.

  2. Hadapi langsung.

    Pasang telinga baik-baik, jangan biarkan berita buruk tentang Anda terus menyebar. Sebaiknya Anda langsung bicara dengan si pembuat isu dan bicara baik-baik. Jaga percakapan fokus pada pembicaraan tentang pekerjaan, jangan mengeluarkan keluhan-keluhan kecil yang tidak perlu. Fokus pada tujuan bahwa Anda akan meyakinkan orang lain bahwa Anda dan dia bisa bekerja sama dalam pekerjaan.

  3. Jangan mengumbar masalah pribadi.

    Jangan samakan lingkungan pekerjaan dengan lingkungan sekolah atau kuliah. Jangan terlalu bersemangat untuk menyesuaikan diri di tempat kerja, membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengetahui siapa yang bisa Anda percaya dan juga percaya pada Anda. Anda tetap bisa ramah tanpa perlu menjadi teman, tak berarti Anda tidak perlu teman. Hanya saja setiap pertemanan pasti tetap memiliki batasan-batasan pribadi.

  4. Fokus pada pekerjaan, jangan sampai terpancing.

    Jangan sampai perseteruan ini menghabiskan seluruh waktu dan energi Anda sehingga membuat Anda tidak bisa fokus pada pekerjaan dan yang lebih parah lagi kinerja Anda menurun. Ini akan sangat membahayakan karir Anda. Berikan kesan bahwa Anda tidak terpengaruh oleh sikapnya. Abaikan saja segala perilakunya yang memancing emosi Anda dan tetap jaga sikap netral dengan tidak menjelek-jelekkannya juga, jangan sampai Anda terpancing!

  5. Pasang batas aman.

    Selesaikan seluruh pekerjaan Anda tepat waktu dan laporkan semua pekerjaan yang telah Anda lakukan kepada atasan Anda. Hanya untuk memastikan saja atasan Anda tahu bahwa Anda yang mengerjakan pekerjaan tersebut, bukan pihak lain yang berusaha mensabotase pekerjaan Anda.

  6. Rendah hati.

    Jangan pernah membencinya. Sekali pun ia membenci Anda, Anda tetap harus bisa bersikap bijak. Biasanya sikap rendah hati selalu membuahkan hasil yang baik. Sebaliknya sikap arogan akan membuatnya semakin bersemangat untuk menjatuhkan Anda.