Bekerja Ala Lebah

Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.

Kita tahu serangga yang bernama lebah ini selain menghasilkan madu yang keluar dari perutnya yang sangat manis dan bisa digunakan sebagai obat, sengatannya pun bisa menyembuhkan penyakit. Selain manfaat-manfaat tersebut, ternyata lebah pun bisa dijadikan contoh dalam hal keorganisasian atau leadership yang secara sederhana dapat kita tiru dalam kehidupan manusia dalam berorganisasi. Lebah memiliki kualitas penting yang layak dipertimbangkan untuk kita tiru, karena tanpa kita ketahui lebah itu juga berkomunikasi dan juga berfikir, mereka adalah mahkluk yang komplek dengan kapasitas intelektual yang luar biasa, mereka mengibaratkan sarang mereka sebagai miniatur bisnis yang sukses dengan semangat kerja team dan komunikasi yang baik mereka bisa menciptakan dan merawat sarang sebagai tempat yang cocok untuk menjaga larva menjadi lebah baru .

Dalam sekelompok lebah yang hidup berkoloni itu tentunya tidak serta merta mereka bekerja dengan caranya sendiri tentunya ada salah satu dari mereka yang menjadi sentral komando atau pemimpin yang disebut ratu lebah yang mengarahkan setiap pekerjaan yang dilakukan. Lalu apakah ratu lebah bekerja sendiri dalam mengatur semua anak buahnya? Selayaknya manusia dalam sebuah pabrik misalnya, para pekerja melapor pada mandor, mandor melapor pada insinyur, insinyur melapor pada manjer pelaksana dan manajer pelaksana melapor pada manajer umum, perbedaanya disini dimana organisasi fabrik hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis padahal mereka telah mendapatkan pelatihan dan perencanaan yang matang sebelumnya dengan mengeluarkan biaya yang mahal. Sedangkan para lebah bekerja jauh dari kesalahan, lebah bekerja tanpa kenal waktu.

Karyawan pabrik bekerja untuk mendapatkan gaji pada akhir bulan. Sementara itu, seekor lebah tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pekerjaan yang Ia lakukan. Pekerjaan yang dilakukan karyawan pabrik, baik sebagai pekerja biasa ataupun manajer pelaksana, terbatas hanya pada jam kerja tertentu dan mereka berhak mendapatkan masa liburan. Sebaliknya, lebah bekerja sepanjang hidup, tanpa istirahat, demi kepentingan dan kebaikan sesamanya.

Semenjak lahir lebah tanpa di beri pendidikan dan pelatihan mereka sudah bisa bekerja sesuai dengan fungsinya, mereka bekerja menyesuiakan dengan perkembangan dari fungsi tubuh mereka, mereka mengikuti ritme kerja yang telah ada. Mereka bekerja keras, terorganisir, teratur dan tertip, dan yang jelas mereka menggunakan team work yang solid sehingga semua pekerjaan, baik pekerjaan besar maupun pekerjaan kecil terselesaikan dengan hasil yang baik.

Be fan of our Facebook and follow our Twitter.