Apakah Kamu Menjadi Korban Bullying di Kantor?
Bullying di Kantor
 
Kabar buruk: bullying ternyata tidak hanya terjadi di bangku sekolah dan kuliah.
 
Bullying juga terjadi di tempat kerja dengan jenis-jenis beragam, mulai dari intimidasi sampai benar-benar melakukan tindak kekerasan. Para ahli setuju bahwa ada perbedaan besar antara sistem manajemen yang ketat dengan bullying. Komentar dan kritik membangun dalam dunia kerja sangat normal dan tidak digolongkan ke dalam bullying. Hal yang bisa digolongkan ke dalam bullying adalah jika perlakuan tidak menyenangkan yang tanpa alasan terus-menerus dan menyebabkan trauma psikis serta mental pada korban.
 
Jadi, perilaku apa yang bisa dikategorikan tidak normal, bahkan menjurus pada bullying? Pertama tanyakan pada diri sendiri, apakah orang lain akan menganggap perilaku tersebut dapat diterima secara umum?
 
Jika kamu masih bingung dan bahkan kamu sendiri sedang bertanya-tanya apakah kamu adalah korban bullying di tempat kerja, cek situasi di bawah ini dan apakah hal-hal ini terjadi padamu:
 
 
  1. Kamu selalu dibentak, dimaki, dan dihina di depan umum
  2. Rekan-rekanmu menyebarkan rumor dan cerita bohong tentangmu
  3. Kamu disabotase, misalnya kamu sengaja diberikan tugas-tugas yang mustahil diselessaikan
  4. Kesalahan-kesalahanmu selalu disebut-sebut tanpa saran membangun
  5. Kamu dikucilkan
  6. Privasimu dilanggar
  7. Kamu mendapat hukuman yang berlebihan
  8. Kamu dijadikan bahan lelucon yang menyakitkan
  9. Rekan kerjamu mengaku-aku hasil kerja kerasmu
  10. Kamu mendapat kekerasan fisik
 
Apakah kamu banyak menjawab ‘ya’ pada pertanyaan-pertanyaan di atas? Mungkin saja bahwa ternyata kamu menjadi korban bullying. Jika kamu banyak menerima perlakuan tidak menyenangkan ini, katakan dengan tegas namun tenang kepada pem-bully agar ia berhenti melakukan hal-hal tidak menyenangkan padamu. Jika gangguan-gangguan tersebut tidak berhenti, laporkan perilaku tersebut pada atasanmu yang dapat membantu mediasi antara dirimu dengan pem-bully. Jangan lupa buat catatan kecil yang berisi kapan ia mem-bully dan apa yang dilakukannya sebagai barang bukti jika diperlukan.
 
Di sisi perusahaan, memberantas bullying di kantor bisa dimulai dengan komitmen dari pihak manajemen untuk mengatur kebijakan perusahaan dalam mengatasi permasalahan bullying. Harus ada usaha nyata dari pihak perusahaan untuk memberlakukan hukuman tegas terhadap perilaku-perilaku abusif. Tindakan tegas dalam memberantas bullying akan membuat korban merasa aman dan bibit-bibit pem-bully akan berpikir dua kali sebelum ikut-ikutan bertindak. Harus dinyatakan dengan tegas bahwa perusahaan tidak akan menoleransi perilaku semacam itu.
 
Intinya adalah orang-orang dalam suatu kantor yang bekerja secara harmonis dan damai akan mampu melayani perusahaan dengan lebih baik, bahkan jika itu artinya harus menyingkirkan para pem-bully yang memiliki performa baik dalam pekerjaan. Perusahaan tidak dibangun oleh satu orang saja. Tim yang solid merupakan kunci kesuksesan jangka panjang dan ingatlah kerja sama tim dapat melampaui performa satu orang.
 
Tetapi jika segala cara yang dicoba untuk menghentikan bullying gagal, keluar dari perusahaan adalah jalan terbaik bagi korban perilaku abusif di tempat kerja, terutama jika terancam secara mental dan psikis. Ayo, jangan patah semangat. Masih banyak kesempatan lainnya di luar sana!