7 Kebiasaan Para Pemimpin Yang Gagal (Bagian 4)

# Para Pemimpin dengan mudah memecat orang- orang yang tidak memiliki pandangan yang sama dengan mereka.

Ciri-ciri utama dalam melihat karakter dan sifat para pemimpin yang baik dan patut dijadikan panutan adalah yang bukan hanya mampu melakukan hubungan bisnis saja, tapi juga melakukan pendekatan secara persuatif kepada bawahannya. Dalam bukunya, Jhon C Maxwell, seorang ahli kepemimpinan, pembicara, dan penulis mengatakan, ” Rasa puas terhadap diri sendiri adalah hal yang seharusnya paling ditakuti bagi seorang pemimpin.” Tipe kepemimpinan seseorang mencerminkan karakter yang sesungguhnya, karena karakter menentukan apakah sebuah hubungan dengan bawahan bisa bertahan lama atau tidak. Karakter yang akan dibahas dalam artikel ini adalah jenis karakter yang tidak akan segan-segan memberhentikan karyawannya jika tidak sejalan dengannya.

Seorang pemimpin seharusnya memberikan visi dan misi serta menanamkan nilai-nilai kepercayaan pada karyawannya. Sedangkan pemimpin yang arogan adalah pemimpin yang kerap memberikan dua pilihan pada karyawannya ketika ia sedang membuat sebuah kebijakan baru. Mereka selalu dihadapkan dengan pilihan: Ikut atau keluar.

Permasalahan yang mungkin timbul dari pendekatan ini yaitu rusaknya hubungan kerja. Pada dasarnya, tidak semua pendapat yang dikemukan oleh seorang pemimpin harus disetujui dan dilaksanakan dengan baik oleh karyawannya. Faktanya, dengan menghilangkan semua perdebatan dan perbedaan dalam memandang sudut pandang, seorang pemimpin terkadang berperan sebagai faktor perusak yang menghalangi karyawan dalam mendapatkan kesempatan untuk membenahi dan memperbaiki permasalahan. Pemimpin seperti ini biasanya membungkan dan menutupi sebuah permasalahan sebelum hal itu muncul ke permukaan, dan hal itu sangat berpengaruh terhadap pecahnya sebuah organisasi atau perusahaan. Perusahaan Mattel seorang Jill Barad menyingkirkan letnan seniornya, karena mempunyai pandangan yang berbeda dengan yang ia jalankan. Schmitt menciptakan suasana yang menakutkan di Rubbermaid karena pemecatan seperti ini malah mendapat dukungan dari CEO . Banyak dari mereka meninggalkan perusahaan secepat mereka bergabung. Pada akhirnya, CEO tersebut memiliki semua orang di belakang mereka namun mereka berjalan menuju kehancuran, dan tidak ada orang yang memperingati mereka.

 

Remember !! Hilanganya para Executive yang berkualitas bermula dari sebuah kepemimpinan yang buruk.

SUMBER ; Majalah Forbes

Be fan of us on Facebook and follow us on Twitter