6 Jawaban Pertanyaan Wawancara Sulit

Jawaban pintar untuk wawancara yang sulit

Wawacara kerja adalah hal yang menegangkan bagi pencari kerja, bahkan mereka yang telah memiliki pengalaman kerja sebelumnya. Setiap wawancara, pasti tanganmu dingin, suaramu serak, dan jantungmu berdebar keras sembari memikirkan jawaban paling memuaskan untuk pertanyaan pewawancara. Untungnya, kamu bisa menghindari hal-hal ini dengan latihan wawancara. Kamu akan lebih lancar menjawab pertanyaan wawancara yang sulit dan tidak merasa terlalu gugup lagi.

Kami mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan wawancara kerja paling susah dan membantumu menjawabnya.

6 Jawaban Pertanyaan Wawancara Tersulit

 

1. “Apa kelemahan terbesarmu?”

Inti dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui seberapa baik kamu mengenal dirimu sendiri dan bagaimana kamu mengatasi kelemahan tersebut. Jawablah dengan kelemahanmu dan apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya. Psst, jangan terlalu jujur! Pilihlah kelemahan terbaikmu dan tidak menghalangi kemampuanmu untuk mengisi posisi yang kamu lamar.

Contoh jawaban:

Pelupa – Katakan pada pewawancara bahwa kamu selalu berusaha mencatat hal-hal penting agar tidak lupa atau kamu menggunakan fitur alarm dan pengingat di ponsel untuk memastikan tidak ada hal penting terlewat.

Susah menolak – Katakanlah bahwa kamu memiliki kebiasaan buruk susah menolak permintaan orang lain, sehingga pada akhirnya kamu uring-uringan menyelesaikan tugas sendiri. Untuk mengatasinya, katakan bahwa kamu akan belajar lebih tegas dan mencoba membantu yang lain tanpa mengorbankan pekerjaan sendiri.

Manajemen waktu – Memang agak sulit menyeimbangkan kehidupan pribadi dan karier secara sempurna, namun kamu bisa meyakinkan pewawancara bahwa kamu tidak akan membawa pekerjaan pulang kerumah kecuali terpaksa. Yakinkan juga bahwa kamu akan mengatasi kelemahan ini dengan mengatur skala prioritasmu secara lebih baik.

 

2. “Saat bekerja dalam tim, pernahkah sebuah masalah terjadi? Bagaimana kamu mengatasinya?”

Ini adalah pertanyaan yang cukup menjebak, karena dapat mengungkap sifatmu yang sebenarnya, oleh karena itu berhati-hatilah dalam menjawabnya. Pastikan jawabanmu tidak mengindikasikan bahwa kamu menggosip atau mengeluh tentang rekan kerja, karena hal ini menandakan kamu adalah orang yang negatif dan tidak dapat bekerja sama dengan baik dalam tim.

Mulai jawabanmu dengan menjelaskan situasi dan masalah yang terjadi, kemudian jelaskan secara detail hal-hal yang kamu lakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Usahakan menjawab dalam 2-3 kalimat saja, agar kamu tidak ribet dalam menjawab. Jika pewawancara menyuruhmu menjelaskan lebih jauh, barulah jelaskan lebih detail mengenai keahlian dan perananmu.

 

3. “Mengapa kamu pindah dari pekerjaan yang lama?”

Kamu bisa duduk berjam-jam memikirkan jawaban kreatif untuk pertanyaan ini, tapi pada akhirnya semua menuju kepada keinginan untuk tumbuh, berkembang, dan belajar lebih banyak lagi.

Beri tahu pewawancara bahwa kamu merasa tidak dapat mengembangkan potensimu lagi di pekerjaan lamamu, kemudian tunggu pertanyaan selanjutnya dari pewawancara. Ketika menjawab pertanyaan ini, ingat: less is more. Semakin sedikit kamu beralasan, semakin baik. Jangan sampai terdengar terlalu mencari-cari alasan, maka tetap tenang dan jawablah dalam satu atau dua kalimat.

 

4. “Mengapa kamu banyak pindah-pindah kerja?”

Kebanyakan HRD khawatir terhadap “kutu loncat” dan dampak finansial yang mereka timbulkan pada perusahaan, karena rukrutmen berkali-kali bisa menghabiskan waktu serta biaya yang tidak sedikit (baca artikel kami mengenai kutu loncat dunia kerja untuk informasi lebih lanjut).

Jawaban terbaik untuk pertanyaan ini adalah mengutarakan bahwa kamu berusaha menemukan “rumah” bagi kariermu dan kamu serius mencari perusahaan tempatmu bernaung untuk jangka waktu lama. Pewawancara mungkin meminta penjelasanmu tentang seringnya pindah kerja dan jawablah dengan jujur. Pastikan jawabanmu berfokus pada kesempatan berkarier dan keseriusanmu dalam melakukan segala tanggung jawab kerja, bukannya berorientasi pada uang serta gaji semata.

 

5. “Mengapa kamu menginginkan pekerjaan ini?”

Pewawancara menginginkan jawaban spesifik mengapa kamu menginginkan posisi tersebut. Jika kamu diwawancarai untuk entry level software developer, kamu sebaiknya menjawab bahwa kamu senang membuat aplikasi, menemukan bug, dan membuat produk lebih baik lagi. Jangan lupa tambahkan keinginan dan harapan terhadap pekerjaanmu nanti, misalnya ingin mengembangkan kemampuan coding dan membuat aplikasi untuk platform yang berbeda-beda.

Kalau kamu tidak mampu memberikan alasan yang tepat, kamu akan terkesan tidak niat dan mungkin akan membuat pewawancara berpikir ulang tentang menerimamu.

 

6. “Mengapa kami harus menerima kamu?”

Kalau kamu baru lulus dan belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menjawab dengan pengalaman saat kuliah atau sekolah yang berkaitan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Jawabanmu ini mungkin bisa menggiring ke dalam percakapan yang berujung pertanyaan-pertanyaan lain, tetapi tenang saja dan jawablah dengan lancar.

Jika kamu pernah memiliki pengalaman kerja dan mempertimbangkan pekerjaan baru ini sebagai bagian dari kariermu, maka kamu harus benar-benar paham posisi yang kamu lamar. Review pengalaman kerjamu sebelumnya, jadi kamu punya jawaban yang mantap mengenai betapa cocoknya kamu untuk pekerjaan ini.

 

Saran terakhir: santai, jujur, dan jangan berbohong atau mengada-ada. Sebenarnya tidak ada jawaban yang benar atau salah dari pertanyaan-pertanyaan di atas, hanya saja kamu harus kelihatan seperti orang yang akan menguntungkan perusahaan di mata pewawancara. Pikirkan responmu baik-baik sebelum menjawab, karena tujuannya adalah mengevaluasi kepribadian, motivasi, dan proses berpikirmu.

Pada akhir wawancara, jika kamu diberi kesempatan untuk bertanya, selalu gunakan kesempatan ini. Tanyakan hal-hal seperti, “Apakah ada pendidikan dan pelatihan bagi karyawan?” atau “Apa yang Anda sukai dari bekerja di sini?” Tunjukkan ketertarikan yang tulus pada perusahaan dan posisi yang kamu lamar, maka kamu akan punya kesempatan besar sukses dalam wawancaramu. Semoga sukses!

Punya tips menjawab pertanyaan sulit wawancara kerja? Jangan ragu untuk berbagi di comment box!

 

Bergabunglah di Facebook Fan Page dan follow Twitter kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Anda juga dapat mengirim email ke [email protected] untuk memberikan tanggapan mengenai artikel yang ada di jobsDB.

Tingkatkan kesempatan Anda untuk direkrut. Buat profil jobsDB

Tingkatkan kesempatan Anda untuk direkrut. Perbarui Profil jobsDB