5 Tips Sukses Mencapai Resolusi Tahun Baru

5 Tips Sukses Mencapai Resolusi Tahun BaruHingar-bingar tahun baru tentu saja sudah lewat, malahan bulan Januari telah hampir sampai pada penghujungnya. Apakah kamu masih ingat tentang resolusi awal tahunmu? Apakah kamu sudah menyiapkan strategi agar resolusi 2015-mu tidak menjadi resolusi usang yang akan disesali pada akhir tahun ini—dan kemudian diganti judulnya dengan Resolusi 2016?

Tidak ada salahnya kok menetapkan momen untuk melakukan perubahan dalam hidupmu. Riset yang dilakukan University of Scranton menunjukkan bahwa mereka yang secara jelas menetapkan resolusi biasanya 10 kali lebih mungkin mencapai targetnya ketimbang mereka yang tidak membuat resolusi. Namun sayangnya, 75% responden hanya tahan menjalankan resolusi tahun baru selama satu minggu pertama.

Apapun perubahan yang kamu inginkan dan resolusi tahun baru apapun yang ada dalam daftarmu—naik gaji, memiliki tubuh indah atau menemukan cinta sejati—berikut ini tips membuat resolusimu berhasil:

 

Tips Berhasil Mencapai Resolusi Tahun Baru

1. Gunakan SMART Goals

Mudah saja memilih resolusi tahun baru yang ambisius namun tidak jelas alias di awang-awang. Misalnya, resolusimu berbunyi: “Tahun ini, saya tidak mau menunda-nunda pekerjaan lagi”, atau “Saya ingin lebih konsisten.” Sayangnya resolusi jenis ini justru lebih sulit dipatuhi, karena cakupannya terlalu luas. Sulit mengetahui apa yang ingin kamu capai atau apa yang telah kamu jalankan.

SMART Goals adalah sarana menetapkan pencapaian dan evaulasi keberhasilan dalam lima langkah. Gunakan SMART Goals untuk menjalani resolusimu, dengan cara berikut:

  • Spesific – Persempit resolusimu menjadi lebih spesifik
  • Measurable – Kamu dapat mengukur keberhasilan resolusimu
  • Achievable – Target berada dalam jangkauanmu, realistis dengan kemampuanmu
  • Relevant – Masalah yang kamu hadapi dapat dipecahkan dengan target yang kamu pilih
  • Time-bound – Ingat tenggat waktu targetmu dan berapa lama harus dipertahankan

Setelah menggunakan SMART Goals, resolusimu bisa dipecah menjadi: “Tahun ini, saya tidak akan menghabiskan lebih dari 30 menit di hari kerja untuk browsing internet.” Bisa juga berbunyi: “Saya akan berkonsentrasi kerja selama 25 menit, kemudian istirahat 5 menit, fokus lagi 25 menit, dan seterusnya.”

Kedua target ini menjadi lebih spesifik dan dipecah menjadi hal-hal kecil yang lebih mudah ditaati, sehingga berkontribusi menepati resolusi tidak menunda-nunda pekerjaan yang kamu tetapkan tadi. Target seperti ini akan mempermudahmu mencapai tujuan di tahun 2015.

 

2. Tulis Resolusi Tahun Baru di Media Sosial

Tulis resolusi dan targetmu di media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, pokoknya media sosial yang kamu pakai. Membagi resolusi tahun baru dengan teman-temanmu di sosial media bisa membantumu melakukan komitmen secara publik kepada resolusi—dan mau tidak mau kamu harus menjalankannya supaya tidak dianggap sekedar banyak omong!

Namun seperti biasa, kamu harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai apa yang kamu tulis di media sosial dapat menghancurkan karier dan citra profesional. Hanya bagi resolusi yang sifatnya tidak memalukan atau terlalu pribadi.

 

3. Jangan Bilang “Jangan”

Menurut psikolog Kim Stephenson, membungkus resolusimu dalam istilah positif akan membantu mencapai target dengan lebih baik. Ingat waktu kecil dan orang tua selalu melarang-larang, jangan ini, jangan itu? Kita malah semakin penasaran untuk melakukan apa yang dilarang orang tua.

Oleh karena itu, ganti resolusi tahun baru dari “jangan boros” atau “jangan makan banyak-banyak” menjadi “hitung setiap pengeluaran” atau “perbanyak makanan sehat” untuk membuat targetmu lebih mudah dicapai.

 

4. Cari Rekan

Berusaha mencapai target yang ambisus, sepanjang hari dalam setahun, memang tidak mudah. Meminta bantuan dari luar dapat membuatmu terus termotivasi, bahkan ketika dirimu memikirkan alasan-alasan lain untuk tidak menjalankan target. Menurut riset dari Dominican University of California, 33% responden yang membagi resolusinya dengan orang lain cenderung lebih berhasil mencapainya.

Minta bantuan pada orang-orang terdekat untuk membantumu fokus terhadap target. Minta mereka mengingatkan dan memeriksa pencapaianmu setiap minggu atau bulan. Lebih efektif lagi jika kamu mencari teman yang sama-sama sedang menjalankan resolusi tahun baru dan mengenakan denda setiap kamu melanggar target.

 

5. Lupakan Rencana Cadangan

Mungkin kamu terbiasa membuat rencana cadangan alias plan B kalau rencana pertama gagal. Hati-hati, serangkaian studi terbaru mengungkapkan bahwa mereka yang membuat rencana cadangan malah cenderung gagal mencapai target mereka. Ternyata, rencana cadangan secara tidak disadari membuat kegagalanmu lebih bisa diterima dan membuat lengah. Kamu jadi berpikir, “Oh, tidak apa-apa saya gagal, toh ada rencana kedua.” Nah, ketimbang memikirkan alternatif kedua, lebih baik konsentrasi mencapai tujuan utama.

 

Apa resolusi tahun baru 2015 yang telah kamu buat? Apa kamu punya trik untuk membuat resolusimu tercapai secara konsisten? Jangan ragu share di comment box! Trik paling oke akan kami muat dalam artikel selanjutnya.

 

Bergabunglah di Facebook Fan Page dan follow Twitter kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Anda juga dapat mengirim email ke [email protected] untuk memberikan tanggapan mengenai artikel yang ada di jobsDB.