5 Tips Memaksimalkan Akun Social Media Agar Representatif

Tahukah kamu bahwa profil social media-pun kini bisa menjadi alat mencari kerja yang efektif?

Dalam survei yang diadakan oleh Harris Interactive, perusahaan terkemuka dalam bidang market research, sekitar dua dari lima perusahaan menggunakan situs-situs social media untuk melihat profil pelamar kerja. Riset bertopik sama juga dilakukan oleh CareerBuilder dan menunjukkan bahwa 43% dari pihak perekrut dan manajer mengaku pernah menolak pelamar kerja setelah mencari profil pelamar di situs social media.

Tips memaksimalkan sosial media untuk kerja

Foto-foto, posting, atau comment kamu yang tidak senonoh, tidak professional, bersifat agresif, atau berbau SARA bisa mempengaruhi kemungkinanmu diterima sebuah perusahaan. Ambillah contoh dari kisah Chelsea Welch, pelayan di rumah makan Applebee’s, Amerika Serikat, yang dipecat setelah meng-upload foto bon yang ditulisi oleh salah satu  pelanggan yang tidak memberikannya tip. Atau kisah Adria Richards, yang dipecat oleh situs SendGrid setelah meng-upload dua foto pria yang dia anggap melecehkannya. Beberapa waktu lalu, dua pekerja restoran siap saji Subway dipecat karena posting konten yang tidak senonoh di situs social media mereka. Cerita-cerita ini menggambarkan betapa pentingnya profil social media untuk karir seseorang

 Berikut ini adalah lima tips untuk membersihkan profil social media-mu agar lebih employer friendly dan representatif:

  1. HAPUS semua post, foto, dan comment yang tidak senonoh

Post, foto, comment, dan konten lainnya yang berbau SARA sudah seharusnya tidak kamu tampilkan di mu. Mulailah bersihkan profilmu dengan menghapus semua konten yang yang menyinggung SARA. Ubahlah pengaturan profilmu ke opsi privacy setting agar akses ke profilmu menjadi se-private mungkin. Post yang kamu upload harus memakai rangkaian kata seobyektif dan seprofesional mungkin.

  1. HILANGKAN semua koneksi yang membuatmu terlihat buruk

Jangan ragu-ragu untuk meng-unfriend atau mem-block koneksi yang membuat kamu tampak buruk dimata perekrut. Tentunya kamu tidak mau di-tag di foto-foto yang salah atau acara yang tidak ingin kamu publikasikan. Hentikan kebiasaan menambahkan koneksi orang-orang yang tidak kamu kenal secara personal di akunmu.

  1. LAPORKAN profil social media atau akun palsu

Walaupun kecil kemungkinannya, kamu tetap harus berhati-hati dengan profil atau akun palsu yang dibuat atas namamu karena hal ini bisa sangat merusak reputasimu. Carilah namamu di search engine dan laporkan ke situs yang bersangkutan bila kamu menemukan akun palsumu.

  1. BUATLAH akun yang professional

Posting dalam blog atau comment yang di post ke situs third-party akan lebih susah untuk dihapus. Kamu bisa “mengubur” bekas-bekas posting kamu dengan cara membuat akun professional di situs-situs professional seperti slideshare atau scoop.it dan LinkedIn.

  1. PIKIR sebelum mem-publish apapun

Seperti layaknya kamu harus berpikir sebelum berbicara, berpikirlah sebelum kamu meng-post konten online. Dengan semakin banyaknya perusahaan perekrut yang melihat profil sebelum mengambil keputusan perekrutan, ada baiknya bila kamu saring terlebih dahulu konten yang akan kamu unggah ke akunmu.

Be fan of us on Facebook and follow us on Twitter