5 Tip Wawancara Kerja Untuk Menciptakan Kesan yang Mendalam

 

Photo by Tim Gouw on Unsplash

Apakah saat ini merupakan saat yang sudah cukup lama sejak wawancara kerjamu yang terakhir? Jika iya, sebagian besar dari kita pasti khawatir saat akan menghadapi wawancara kerja kembali. Tangan yang lembab dan senyum yang gugup, ditambah perasaan mual di perut merupakan ciri dari bahwa kita nervous untuk mengikuti interview. Ini merupakan kebiasaan yang normal tapi bisa berdampak kurang baik jika kita tidak menghadapinya dengan benar.

Biarkan kami membantumu mendapatkan kembali rasa percaya diri sebelum interview sekali lagi – agar perusahaan mengundangmu untuk datang ke interview kedua bahkan lebih baik lagi, memberikanmu pekerjaan langsung! Baca saran kami untuk mengetahui bagaimana caranya:

 

  1. Mulai dengan kesan yang baik

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Kesan pertama meninggalkan kesan yang dalam” jadi buatlah yang mewawancaraimu terkesan sejak awal dengan memberikan jabat tangan yang erat dan percaya diri dipasangkan dengan senyum yang tulus. Ini akan memberi kesan bahwa kamu senang berada di sana dan sedang menunggu wawancara. Begitu wawancara dimulai, ingatlah untuk menunjukkan kebiasaan terbaikmu dan ingat etika dasar yang diajarkan sejak kecil, jadi duduk dengan tegak dan pandang mata pewawancara saat berbicara.

 

  1. Tangani rasa gugupmu (tapi jangan tenggelam di dalamnya)

Sangatlah normal untuk memiliki perasaan gugup pada saat wawancara kerja. Ada banyak variasi cara yang bisa kamu lakukan untuk tenang sebelum itu terjadi. Yang tidak baik adalah tenggelam terlalu dalam sehingga kamu gagal melakukan yang baik selama sesi tersebut. Kenyataannya, hampir semua HRD menyadari bahwa wawancara bisa membuat stress para kandidat dan mereka tidak akan tahan melawannya. Yang harus kamu lakukan adalah tenang, tarik napas dengan teratur dan focus menjawab pertanyaan.

Menghadiri wawancara tanpa terlebih dulu melakukan penyelidikan hanya akan menambah kegugupanmu, untuk itu pelajari dulu sebelum melakukan wawancara. Kamu akan merasa lebih percaya diri jika kamu mampu menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara. Pelajari segalanya yang perlu diketahui tentang perusahaan, posisi dan bahkan industry yang akan kamu masuki.

Seandainya kamu mendapat pertanyaan yang kamu tidak tahu jawabannya, tenang saja, berhenti mengumpulkan pikiranmu dan jangan takut untuk menanyakan lebih detail pertanyaan tersebut pada pewawancara. Taktik ini akan memberimu beberapa saat untuk segera memberikan jawaban.

 

  1. Katakan seperti sebuah cerita

Cara terbaik untuk menjalani wawancara kerja adalah dengan mengambil peran sebagai pendongeng. Pewawancara menyukai strategi ini karena membuat mereka benar-benar mengetahui latar belakang dan pengalamanmu. Ada sebuah taktik yang hebat untuk menceritakan tentangan pekerjaan, caramu mengatasi konflik di kantor dan pencapaian karirmu.

Cara ini berhasil karena dengan cara itu kamu bisa menghubungkan pengalaman kehidupan nyatamu dengan pertanyaan pewawancara dan kamu mengatakannya dengan cara yang membuatnya lebih mengenalmu.

Tapi taktik ini hanya akan berhasil jika kamu mempersiapkan sebelumnya, jadi latihan beberapa hari sebelum jadwal wawancara. Pikirkan kemungkinan pertanyaan yang mungkin muncul saat wawancara berlangsung dan jawablah dengan tepat untuk setiap pertanyaan. Cobalah untuk mengingat pengalaman kerja yang lalu dan yang sekarang sehingga kamu akan memiliki cerita yang dapat kamu pergunakan untuk memberi jawaban terbaik.

 

  1. Dengarkan dengan seksama dan bereaksi sewajarnya

Cara tercepat untuk membuat pewawancara tidak senang adalah dengan tidak memperhatikan pada saat wawancara. Ingatlah bahwa kamu sedang berusaha untuk mendapatkan belas kasihnya agar mereka mau memilihmu, jadi kehilangan focus atau mengabaikan pewawancara merupakan kecerobohan yang luar biasa. Begitu wawancara dimulai, tetaplah focus mendengarkan dengan seksama dan mengabaikan gangguan apapun yang mengganggu. Apapun yang bisa menyebabkan kamu tidak focus – seperti ponselmu, contohnya – harus dibuat tanpa suara atau disimpan untuk sementara waktu.

Sama halnya, bertindak sewajarnya, seperti tersenyum saat pewawancara sedang bergurau atau mengangguk untuk menandakan persetujuanmu karena aktif mendengarkan dan akan membantumu mendapatkan poin dari orang yang sedang berbicara denganmu.

  1. Tunjukkan rasa syukur kepada pewawancara

Salah satu cara terbaik untuk membuat HRD terkesan bermuara pada melakukan hal yang benar yaitu dengan bersikap sopan dan tetap berperilaku terbaik selama pertemuan berlangsung. Menunjukkan rasa syukur kepada pewawancara juga merupakan cara terbaik untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu mereka yang sangat berharga, jadi berterimakasihlah kepada mereka karena sudah memberi kesempatan tersebut.

Ingatlah, bahwa setiap orang ingin berada di sekitar orang-orang yang mereka sukai maka jagalah attitude dan tunjukkan sisi terbaikmu dan mungkin pada akhirmya kamu mendapatkan penawaran.