5 Kesalahan Fashion Saat Wawancara Kerja

fashion_mistakes_destroy_interview

Tak bisa dipungkiri, penampilan juga merupakan faktor penentu saat wawancara kerja. Ini dikarenakan, HRD telah menilaimu saat kamu memijakkan kaki di ruangan interview. Tak hanya cara kamu berpakaian saja, HRD juga tentunya akan menilai dari cara kamu berbicara, caramu menjawab pertanyaan dan bahkan gestur tubuhmu.

Sadar atau tidak, banyak artikel yang telah kami tulis sangat menekankan bahwa kamu harus mempersiapkan interview-mu sematang mungkin. Bahkan jika kamu bukan lah seorang fresh graduate dan telah menjalani puluhan wawancara kerja, kamu tetap harus mempersiapkan wawancara secara betul-betul matang. Persiapan itu dimulai dari penulisan CV-mu, caramu menjawab pertanyaan, hingga pakaian apa yang harus kamu kenakan.

Mengenai cara berpakaian, kami telah mengumpulkan beberapa pengalaman dari HRD tentang pengalaman mengesankan yang mereka alami selama mewawancarai calon karyawan. silahkan disimak!

Jangan Kenakan Pakaian Ini Saat Wawancara Kerja

 

Mengenakan Atribut Kampusnya

David Press, CEO dari portal lowongan kerja berbagi cerita kepada kami mengenai saat ia menemui salah seorang kandidat yang mengenakan atribut kampusnya saat diinterview.

“Saya pernah menginterview kandidat yang baru lulus sarjana. Dia mengenakan almamater kampusnya yang warnanya telah pudar dan ada beberapa coretan di bagian punggungnya.”

Saran dari David, sebaiknya saat kamu di-interview kerja jangan pernah mengenakan atribut kampus atau sekolahmu, sekalipun kamu melamar untuk posisi magang. Yakinkan HRD perusahaan dengan cara mengenakan pakaian yang profesional. Walaupun kamu memang masih muda, usia mudamu bukan sebagai alasan bahwa kamu bisa berpakaian kasual dalam wawancara kerja. Dengan memasuki dunia kerja, berarti kamu telah siap untuk berperilaku sebagai orang dewasa.

Iklan lowongan baru setiap hari berarti kesempatan baru. Jangan sampai ketinggalan. Buat Job Alert

Datang Dengan Pakaian yang Basah

Gaye Weintraub, yang merupakan seorang konsultan karir membagi ceritanya kepada kami mengenai calon kandidat yang ia temui dengan mengenakan pakaian ketat dan basah karena keringat.

“ Saat kandidat tersebut menemui saya, pakaian yang ia kenakan memang sudah tepat, namun ketika saya menyadari keringat yang menempel di bajunya, dan kandidat tersebut juga menyadari tentang bajunya yang basah, mukanya seketika menjadi sangat merah. Saya jadi kasihan melihatnya, tentu saja tidak ada dari kita yang menginginkan baju yang basah karena keringat.” (sumber)

Indonesia yang beriklim tropis menjadikan kita selalu disinari matahari sepanjang tahun. Jadi tidak heran, bila kadang sepanjang hari udara menjadi sangat panas. Wawancara kerja adalah saat yang tepat bagi kita untuk menyakinkan HRD perusahaan bahwa kitalah yang pantas untuk di posisi tersebut. Untuk menghindari HRD perusahaan ilfeel, siapkan baju ganti agar kamu bisa mengesankan HRD perusahaan tersebut. Sebelum masuk ke ruang interview, kamu bisa ganti baju yang telah kamu siapkan. Semprotkan parfum atau pakai deodorant juga bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri.

 

Terkesan Seksi

Hindari memakai rok terlalu mini atau celana terlalu ketat saat kamu memilih pakaian sebelum wawancara kerja. Hindari juga pemakaian kemeja dengan potongan kerah terlalu rendah ya girls! Selain Indonesia sangat menjunjung tinggi adat ketimuran, kesan seksi juga akan mengurangi penilaian para pewawancara dan bisa jadi mereka akan lebih berfokus pada penampilanmu bukan pada kualitas jawaban wawancara.

Kandidat Mengenakan Piyama

Di era teknologi saat ini, wawancara kerja tidak harus bertemu secara langsung. Wawancara dapat dilakukan melalui video dan Internet, seperti memakai Skype misalnya. Kamu tidak harus datang ke perusahaan dan bahkan pewawancaramu bisa berada di kota lain jika interview berjalan melalui Skype. Atmosfir wawancara yang seperti ini juga lebih santai dan biasanya kandidat tidak akan merasakan ketegangan yang berarti. Tapi jangan sampai berpikiran bahwa kamu bisa berpakaian santai.

“Kami pernah menemukan kandidat yang CV-nya sangat mengesankan. Sehingga kami memutuskan untuk melakukan wawancara via internet. Namun, sayang sekali, dia mengenakan pakaian sangat santai saat interview berlangsung.” Sandi Webster, Ketua Consultants 2 Go. (Sumber)

 

Pakaian Terlalu Kasual

Bekerja di lingkungan kreatif, seperti agensi periklanan atau startup memang mempunyai lingkungan kerja yang santai dan bahkan kamu bisa memakai jeans, kaos oblong atau bahkan celana pendek. Namun jangan sampai kamu terlalu berpakaian santai saat datang wawancara kerja, sekalipun posisi yang kamu lamar adalah sebagai graphic designer.

Salah seorang rekan kami, Craig Bradshaw yang merupakan karyawan dari Mediaworks Online Marketing membagi pengalaman kepada kami saat ia menemui kandidat yang berpakaian terlalu kasual saat interview. “Saat saya mewawancarai untuk posisi designer pas awal tahun, kandidat tersebut berpakaian terlalu santai bahkan untuk dunia kreatif sekalipun. Selain sangat santai, yang membuat saya ilfeel adalah ada noda bekas makanan di bajunya.”

Walaupun kamu melamar di industri kreatif, pakailah pakaian formal saat wawancara kerja. Kamu bisa menambahkan beberapa aksesoris sebagai pemeriah penampilanmu atau memakai sepatu yang sedikit bercorak meriah. Dengan berpakaian yang pantas itu artinya kamu menghargai undangan interview dan juga penggambaran dirimu sebagai pribadi yang professional.

 

Mungkin kamu bertanya-tanya apakah benar ada seseorang yang berpakaian seperti di atas saat datang ke wawancara kerja? Ya. Ini nyata dan berdasarkan pengalaman dari beberapa rekan HRD kami.  Wawancara kerja merupakan langkah awal dalam sejarah karir bekerjamu, bukan tidak mungkin kamu bisa langsung diterima saat awal-awal wawancara berlangsung. Jadi persiapkan secara matang ya!

Bergabunglah di Facebook Fan Page, follow Twitter, dan terhubunglah di G+ kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Jangan lupa share artikel yang ada di jobsDB agar dapat menginspirasi rekan-rekan Anda dalam berkarier.