4 Tips Memimpin Tim Kerja Ala Piala Dunia

Babak 16 besar Piala Dunia 2014 telah usai dan pertandingan memperebutkan posisi paling bergengsi dalam dunia sepak bola terus bergulir menuju babak 8 besar. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “bola itu bundar”, bisa bergulir ke mana saja dan tidak bisa diprediksi dengan pasti. Buktinya beberapa tim unggulan seperti Spanyol, Inggris, dan Italia tanpa diduga gagal masuk babak perempat final Piala Dunia 2014.

4-Tips-Memimpin-Tim-kerja-ala-Piala-Dunia

Nah, jika kini Anda memimpin sebuah tim kerja, Anda bisa mengambil beberapa pelajaran dari Piala Dunia berikut ini agar tidak ikut terperosok seperti tim-tim besar di atas.

Jangan Meremehkan Bakat-bakat Muda

Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, Maradona muda berhasil mencetak goal of the century dan dengan gemilang membawa Argentina keluar sebagai juara Piala Dunia. Sama seperti dalam dunia bisnis, jangan meremehkan bakat-bakat muda dan brilian dengan ide-ide segar mereka. Meski kelihatannya mereka belum berpengalaman, Anda tidak akan tahu seberapa jauh potensi mereka akan membawa bisnis Anda jika tidak diberi kesempatan.

Kerja Sama Tim Yang Solid adalah Kunci

Belanda tanpa diragukan lagi telah memproduksi bakat-bakat legendaris seperti van Basten, Cruyff, dan Bergkamp. Kini pun tim nasional Belanda masih diisi pemain-pemain cemerlang, namun sayangnya hingga kini pencapaian tertinggi Belanda pada Piala Dunia adalah peringkat dua. Memiliki orang-orang paling brilian dan berbakat dalam sebuah tim bukanlah jaminan untuk selalu mencetak sukses. Anda harus menjaga tim Anda tetap solid, terarah, dan menyatukan visi agar tim Anda tahan banting, bahkan di bawah tekanan sekalipun.

Kuasai Diri

Anda pasti masih ingat insiden dalam final Piala Dunia 2006, di mana Zidane menyeruduk Materazzi karena tersulut oleh provokasinya. Zidane mendapatkan kartu merah dan gelar juara melayang kabur dari rengkuhan Perancis. Dalam memimpin sebuah tim, penting sekali bagi Anda untuk tetap tenang dan menguasai diri di tengah tekanan. Anda pantang membuat keputusan yang dilandasi emosi sesaat, yang kemudian bisa berimbas buruk pada tim yang Anda pimpin. Tetaplah tenang ketika konflik melanda dan ambil waktu untuk berpikir dengan baik.

Jangan Ragu Ambil Tindakan Tegas

Setelah dua kali menggigit lawan mainnya pada tahun 2010 dan 2013, Luis Suarez mencetak hat-trick dengan menggigit pemain Italia Chiellini pada perhelatan akbar Piala Dunia 2014. FIFA kemudian menjatuhkan hukuman terberat dalam Piala Dunia pada pemain Uruguay ini. Mengambil tindakan tegas saat anggota tim melakukan kesalahan fatal adalah sesuatu yang sangat berat. Anda akan diterpa pro dan kontra terkait keputusan besar yang Anda buat. Namun seperti FIFA yang mengabaikan kritik terkait Suarez, Anda juga harus mampu teguh terhadap keputusan Anda sendiri. Jangan ragu melakukan apa yang menurut Anda perlu dan benar untuk kepentingan tim serta perusahaan Anda.

Be fan of us on Facebook and follow us on Twitter