4 Strategi Efektif Untuk Menjawab Pertanyaan ‘Apa Kelemahanmu?’

strategi menjawab

Ketakutan yang biasa kita alami saat wawancara kerja adalah rasa takut bila tidak bisa menjawab pertanyaan pewawancara. Terlebih lagi bila pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang simple namun susah untuk dijawab. Salah satu pertanyaan yang seperti itu adalah:

‘Apa kelemahan terbesar Anda?’

Terdiri dari empat kata, namun kadang kita bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ingat lho, kamu tidak bisa asal menjawab pertanyaan interview kerja. Salah menjawab malah akan membuatmu tidak lolos ke tahap selanjutnya. Lalu, harus menjawab apa jika pertanyaan tersebut ditanyakan? Berikut kami memberikan beberapa contoh jawaban aman yang bisa kamu gunakan. Silahkan dibaca

Strategi Efektif Menjawab ‘Apa Kelemahan Anda?’ Dalam Wawancara Kerja

Iklan lowongan baru setiap hari berarti kesempatan baru. Jangan sampai ketinggalan. Buat Job Alert

 

Strategi Pertama: Saya Sedang Memperbaiki Kelemahan Saya

Salah satu cara terbaik dan teraman dalam menjawab pertanyaan mematikan mengenai kelemahan adalah dengan mengakui apa kelemahanmu dan apa yang kamu lakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut. HRD perusahaan mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui apakah kamu termasuk orang yang ingin selalu untuk berkembang atau tidak. HRD perusahaan juga ingin mengetahui apakah kandidat menyadari atau tidak kelemahannya dan langkah apa yang mereka tempuh untuk mengatasi kelemahannya tersebut. Strategi ini dapat membantumu terlihat bahwa kamu merupakan orang yang sadar diri dan proaktif untuk menjadi orang yang lebih baik lagi—-dan dua hal tersebut merupakan hal terpenting yang sering dicari oleh HRD perusahaan.

Contoh:  “Saya paling tidak bisa untuk berbicara di depan umum. Saya merasa takut dan gugup jika dipaksa untuk berbicara di depan banyak orang. Saat ini saya sedang mengambil kelas pengembangan diri untuk mengatasi ketakutan saya dalam hal public speaking.”

Strategi Kedua:  Kelemahan Saya Tidak Berhubungan Dengan Posisi yang Dilamar

Dengan menggunakan strategi ini berarti kamu harus mempelajari dengan benar posisi yang kamu lamar dan keahlian yang dibutuhkan. Sekarang ingat kembali apa yang menjadi kelemahanmu dan perhatikan juga apakah relevan atau tidak dengan posisi tersebut. Jika tidak tidak ada relevansi antara kelemahan yang kamu punya dengan keahlian yang dibutuhkan, kamu bisa menggunakan strategi ini.

Strategi ini akan menginformasikan kepada HRD perusahaan bahwa kelemahanmu tidaklah menjadi masalah untuk pekerjaanmu nanti dan tidak akan mempengaruhi kinerjamu. Usahakan sebisa mungkin untuk tidak menyebutkan kelemahan yang malah sangat dibutuhkan oleh posisi yang kamu lamar. Misalnya, kamu tidak boleh mengatakan bahwa kamu lemah dalam organisasi dan manajemen saat kamu melamar untuk posisi event planner.

Contoh: (Untuk posisi penulis atau editor) “Kelemahan saya adalah saya sangat tidak mahir dalam matematika atau yang berhubungan dengan angka. Saya tidak pernah bisa dan sangat bodoh jika harus berhadapan dengan hal tersebut.”

 

Strategi Ketiga: Kelemahan Saya Merupakan Kekuatan Saya

Untuk menerapkan strategi ini, kamu harus telah mempelajari lowongan pekerjaan posisi yang kamu lamar. Lihat ulang lagi mengenai keahlian yang dibutuhkan dan rangkai jawabanmu berdasarkan keahlian apa yang dibutuhkan. Satu hal yang harus kamu tahu saat menggunakan strategi ini adalah hindari mengucapkan kalimat, “Kelemahan saya adalah saya seorang yang perfeksionis.” Banyak HRD perusahaan merasa jawaban tersebut merupakan pernyataan klise sehingga mereka sangat malas mendengar kandidar mengucapkan kalimat tersebut. Jadi pastikan kamu tidak mengucapkannya saat interview nanti.

Contoh: (Untuk posisi sales) “Saya membutuhkan waktu untuk bisa melakukan penjualan. Waktu tersebut saya butuhkan untuk menyakinkan pelanggan bahwa mereka puas dengan produk yang saya jual, sehingga nantinya mereka akan membeli produk saya lagi.  Saya tidak akan berhenti sampai pelanggan saya puas dengan produk yang saya jual.”

Strategi Keempat: Kelemahan Saya Sudah Saya Jabarkan Dalam Resume Saya. Saya Siap Berdiskusi Dengan Anda

Gunakan strategi ini saat pekerjaanmu terdahulu tidak ada hubungannya sama sekali dengan posisi yang kamu lamar. Mengakui kelemahan yang kamu punya merupakan langkah awal yang baik karena ini menunjukkan bahwa kamu realistis sehingga HRD perusahaan pun akan menghargainya. Menggunakan strategi ini juga bisa membantumu mengatasi ketidakpastian dengan pekerjaanmu yang sebelumnya.

Contoh: (Untuk posisi pemasaran) “Saya menyadari, sebagai lulusan baru, saya masih minim pengalaman dalam bekerja. Namun semasa kuliah saya pernah magang sebagai staff humas dan keuangan. Saya yakin pengalaman magang saya tersebut dapat menunjang kinerja saya saat bekerja nanti.” (Lalu tambahkan dengan contoh-contoh pengalaman nyata yang pernah kamu alami)

 

Merupakan hal yang wajar bila kamu merasakan kebingungan dalam menjawab pertanyaan seputar kelemahanmu. Ini dikarenakan, bila kamu asal menjawab bisa-bisa kesempatan untuk meraih pekerjaan akan hilang. Jadi sebaiknya, persiapkan jawabannya bahkan sebelum wawancara kerja berlangsung.

Penentuan kelemahan dalam sebuah wawancara dapat membantu untuk menunjukkan kepada calon atasan bahwa kamu sadar diri dan  mampu melihat diri sendiri secara objektif. Hal ini dapat membantumu dalam menunjukkan komitmen untuk mengembangkan pribadimu. Yang terpenting dari pertanyaan ini adalah kamu dapat menunjukkan kepada calon perusahaan bahwa kamu mau untuk terus berkembang dan tumbuh. Karena sejatinya, bila kita mampu mengenali kelemahan diri sendiri maka hal tersebut dapat menjadi kunci untuk mengembangkan diri sendiri.

 

jobsDBers, pernah punya pengalaman menarik dalam menjawab pertanyaan seputar kelemahanmu? Bagikan ceritamu di comment box ya

Bergabunglah di Facebook Fan Page, follow Twitter, dan terhubunglah di G+ kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Jangan lupa share artikel yang ada di jobsDB agar dapat menginspirasi rekan-rekan Anda dalam berkarier.