10 Hal yang Harus Anda Pastikan Sebelum Menerima Sebuah Pekerjaan

10-Questions-to-Ask-Before-Accepting-a-Job-Offer1

Setelah berbulan-bulan berkutat dalam mencari pekerjaan, akhirnya Anda menerima sebuah panggilan telepon yang mengatakan, “Kami menerima Anda bergabung dalam tim kami!”

 

Perasaan yang menyenangkan, bukan? Proses pencarian pekerjaan bukanlah sebuah permainan, sehingga ketika kamu mendapatkan sebuah panggilan, bahkan ketika panggilan tersebut datang dari perusahaan yang kamu dambakan, seperti sesuatu yang layak dan harus kamu rayakan. Apakah kamu merasa sangat senang dan bangga? Adalah hal yang wajar jika kamu merasakannya.

Baiklah, sekarang saatnya kamu berpikir sejenak bagaimana kelanjutannya. Pertimbangan pro dan kontra sebelum memutuskan dirimu untuk menerima tawaran pekerjaan tersebut. Panggilan telepon tersebut seakan-akan memaksa kamu untuk langsung berkata “ya” pada saat itu juga, tetapi kamu harus menahan diri untuk langsung merespon sebelum menanyakan beberapa pertanyaan berikut:

Hal-hal yang Harus Dipastikan Sebelum Menerima Tawaran Kerja

 

Apakah Saya Benar-benar Menginginkan Pekerjaan tersebut?

 

Setelah perasaan berbunga-bunga yang kamu rasakan pasca menerima tawaran kerja, kamu harus jujur terhadap dirimu sendiri, apakah tawaran tersebut merupakan hal yang ingin kamu lakukan dalam jangka waktu yang panjang. Periksa kembali kontrak kerjamu dan baca secara teliti. Kontrak kerjamu haruslah berisi detail tanggung jawab yang ditugaskan perusahaan kepada kamu – tertulis juga jam kerja, hasil yang diharapkan, sejalan dengan bagaimana kinerja kerjamu akan dinilai.

 

Setelah kamu selesai segala sesuatunya dengan pihak HR, tanyakan kepada dirimu, “Apakah saya siap untuk menjalankan segala hal tersebut?”

 

Kami selalu membuat para pembaca berhasil dalam mengatasi setiap masalahnya – anggap kami penasihat pribadimu, seperti yang dilakukan Rob Schneider terhadap Adam Sandler – tetapi kami kembali bertanya kepadamu apakah kamu benar-benar menginginkan tawaran tersebut dan menjadikan pekerjaan tersebut sumber penghasilanmu.

 

 

Apakah Value Pekerjaan dan Perusahaan tersebut Mencerminkan Kepribadian Saya?

 

Pekerjaan hanya sekedar ladang bagimu untuk membayar semua tagihanmu, bukan? Jelas, dan lebih dari itu, pekerjaan merupakan bagian dari hidupmu dan yakin bahwa kamu tidak akan melakukan hal-hal yang kelak akan merugikan diri sendiri dan menodai value dirimu. Sebelum kamu memutuskan untuk menerima tawaran tersebut, pastikan bahwa value pekerjaan dan perusahaan sejalan dengan dirimu.

 

Perusahaan dapat menerima seorang pekerja, bahkan ketika persyaratan kerja yang ditetapkan oleh perusahaan tidak cocok dengan dirimu. Sebagai contoh, seorang vegetarian mendapatkan penawaran untuk bekerja pada perusahaan pengolahan daging – dan parahnya, hal tersebut benar-benar terjadi dan menempatkan pekerja tersebut pada dilema moral yang besar.

 

Pikirkan apa yang akan kamu rasakan saat kamu harus pergi bekerja ke tempat yang bertentangan dengan diri kamu – akankah kamu mampu setiap harinya untuk bangun pagi dan mencurahkan waktumu untuk perusahaan tersebut? Michael Kerr, seorang International Business Speaker yang juga penulis buku “You Can’t Be Serious! Putting Humor to Work” mengatakan, “Anda harus yakin adakah keselarasan dengan personal value Anda, karena ketidakcocokan akan menghancurkan integritas pribadi Anda (dan tidak ada jumlah uang yang pantas untuk menggantikannya).”

 

Jika Anda sempat melakukan research sebelum proses wawancara, tidak akan terdapat masalah di tempat pertama kamu bekerja. Tapi ketika kita melakukan kesalahan dan seringkali hal tersebut bukanlah murni kesalahan pelamar (beberapa perusahaan memilih untuk berkelak), biarkan artikel ini membantu kamu menemukan tempat kerja yang cocok dengan dirimu.

 

 

Apakah Posisi Awal yang Ditawarkan Berpeluang Memberikan Kamu Kemajuan Karir?

 

Apakah ini sebuah training atau support untuk melanjutkan studi, adalah tanda bahwa perusahaan tempat kamu bekerja memperhatikan perkembangan karir karyawannya – sebuah indikasi bahwa kamu berada di tempat yang tepat. Jika kamu tertarik akan hal tersebut, jangan berpikir dua kali untuk menanyakannya pada perekrut.

 

Demikian pula pentingnya bahwa kamu berkeinginan untuk mengetahui apa yang harus kamu lakukan untuk berprestasi pada perusahaan. Tanyakan mengenai jenjang karir pada posisi yang ditawarkan – dengan tujuan untuk mengetahui lebih awal apa yang akan kamu kerjakan atau adakah posisi yang lebih tinggi yang dapat kamu capai sehingga kamu berkeinginan untuk menerima tawaran posisi tersebut. Yang seringkali terjadi adalah pelamar menerima a dead end job dan terlambat menyadarinya. Kami mengharapkan kamu untuk menghindarinya, so jangan takut untuk bertanya.

 

 

Apakah Kompensasi yang Diterima Sesuai dengan Posisi dan Pengalaman yang Saya Miliki?

 

Bicara mengenai salary akan terasa sedikit sensitif tapi ini adalah bagian yang sangat krusial pada proses perekrutan dan juga merupakan hal yang tidak dapat kamu lewatkan. Cari tahu secara spesifik kompensasi yang kamu terima– dimulai dari gaji pokok hingga beberapa tunjangan yang ada – jika menerima tawaran posisi tersebut.

 

Setelah mengumpulkan informasi yang dibutuhkan, hitung kembali apakah jumlah terbut sesuai dengan ekspektasi kamu. Cukupkah itu untuk membiayai gaya hidupmu? Apakah jumlah tersebut sesuai dengan pengalaman dan profesi kamu? Tidak ada salahnya untuk melakukan negosiasi gaji jika tawarannya tidak sesuai untuk membiayai kebutuhanmu.

 

 

Apakah Saya akan Mendapat Masalah yang Sama di Tempat Kerja yang Baru?

 

Perjalanan karir kamu seharusnya bergerak maju, terus maju karena akan ada hal yang lebih baik menantimu di posisi baru kamu di perusahaan yang baru. Hal terburuk yang terjadi adalah meninggalkan lingkungan kerja yang buruk, lalu kamu pindah ke tempat yang juga mungkin hanya membuat kamu stress dan sakit kepala.

 

Sebelum kamu menerima tawaran kerja apapun, pastikan kamu bergerak untuk mengatasi permasalahan dari tempat kerja lama kamu. Entah itu berkaitan dengan beban pekerjaan, jadwal kerja, rekan kerja, pekerjaan baru kamu seharusnya bisa mengatasi masalah di tempat kerja lama kamu. Tanyakan kepada dirimu sendiri apa yang mendorong kamu untuk mencari pekerjaan baru dan temukan pekerjaan baru yang dapat membuang jauh masalah lama kamu.

 

 

Bagaimana Dampak untuk Keluarga dan Kehidupan Saya bila Saya Menerima Pekerjaan ini?

 

Mendapat dukungan yang besar dari keluarga bagaimanapun juga dapat meringankan beban kamu pada saat proses pencarian pekerjaan, so kamu harus terima masukan dan saran dari keluarga kamu dalam menata masa depanmu. Keluarga kamu tercinta tahu persis apa yang terbaik buat kamu, jadi kamu harus mendengarkan apa yang mereka katakan dalam menghadapi kehidupan. Berikan pertimbangan khusus bagaimana perubahan ini akan berdampak bagi mereka, bahkan ketika pekerjaan kamu bertempat di lokasi yang jauh dari tempat tinggal kamu. Bahkan tentang perubahan jam kerja (perubahan shift kerja dari siang menjadi malam) dapat berdampak untuk rutinitas keluarga kamu, jadi kamu harus perimbangkan segala sesuatunya sebelum membuat keputusan.

 

“Jika Anda sudah menikah, hidup dengan pasangan, memiliki buah hati, adalah kunci untuk mempertimbangkan bagaimana suatu pekerjaan memiliki dampak bagi keluarga Anda, karena mereka adalah bagian dari tim support Anda dan sebaliknya setiap aspek dari pekerjaan akan berdampak terhadap mereka juga, “ ungkap Kerr.

 

 

Apakah Tempat Kerja Saya Dapat Membuat Saya Bisa Lebih Berkembang?

 

Tidak seperti beberapa poin yang sebelumnya telah dibahas, pada bagian ini kamu telah mengetahui seperti apa tampilan tempat kerjamu. Apakah kamu dapat bekerja pada kondisi tempat kerjamu yang sekarang? Semisal kamu akan menghabiskan sebagian besar jam kerjamu di meja kerja, mana yang dapat membuat kamu lebih konsentrasi, di kantor terbuka atau di tempat yang lebih memiliki privasi? Sebaiknya kamu melakukan tour di tempat kerjamu sebelum menerima tawaran tersebut. Jika tidak, sebaiknya kamu meminta persetujuan untuk sekedar melihat tempat di mana nanti kamu akan bekerja. Apakah kamu merasa nyaman berada di sana?

 

 

Apa Saya Baik-baik saja Dengan Jarak Pulang-Pergi Kantor?

 

Kamu telah merasakan jarak tempuh ketika kamu datang untuk wawancara kerja, sekarang bayangkan kamu melakukan hal tersebut lima hari dalam seminggu. Penting untuk mengetahui seberapa jauh jarak tempuh ke tempat kerjamu, karena hal ini dapat berdampak pada kesehatan pribadi kamu dan kesehatan kamu bekerja. Berdasarkan pada studi yang dilakukan oleh Universitas Montreal, waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk sampai ke kantor dan kamu butuhkan untuk pulang ke rumah, memiliki resiko untuk diri kamu. Annie Barreck, salah seorang yang merupakan bagian dari studi tersebut mengatakan, “Terdapat hubungan antara tekanan dari jarak dan waktu tempuh yang memungkinkan untuk menimbulkan suatu kelelahan. Tetapi, kepentingan masing-masing individu berbeda, tergantung kondisi perjalanan mereka dan tempat di mana mereka bekerja.”

 

Faktanya, berdasarkan studi tersebut, siapapun dengan waktu tempuh lebih dari 20 menit telah rentan mengalami kelelahan.

 

Berdasarkan hal tersebut, penting untuk kamu memikirkan perjalanan kamu untuk sampai ke tempat kerja sebelum menerima tawaran pekerjaan tersebut. Keuntungan bagi kamu jika tempat kerjamu dekat dengan tempat tinggalmu, tetapi bagaimana jika menerima pekerjaan di tempat yang jauh? Maukah kamu untuk pindah untuk menghindari waktu tempuh yang lama? Dapatkah kamu bekerja di rumah dan mengambil jam kerja yang lebih fleksibel untuk menghindari kemacetan? Hal-hal semacam ini penting untuk didiskusikan sebelumnya sebelum menerima suatu tawaran pekerjaan.

 

 

Dapatkah Saya Bekerjasama Dengan Pimpinan dan Rekan Kerja Saya?

 

Mencari tahu tentang rekan kerja akan seperti apa merupakan hal yang seringkali dilewatkan pada proses pencarian kerja. Kami menyarankan kamu untuk mempertimbangkan hal ini sebelum menerima tawaran kerja yang datang pada kamu. Ternyata, hubungan dengan rekan kerja kamu akan menentukan performa kerjamu pada posisi yang nantinya akan kamu ambil. Beberapa riset telah menunjukkan bahwa mereka yang memiliki teman di tempat kerja akan jauh lebih produktif, loyal dan bersemangat dengan pekerjaannya.

 

 

Apa Kata Hati Saya?

 

Setelah semuanya berlangsung, apa kata hati kamu terkait dengan penawaran tersebut? Apa hati kamu mengajak untuk terus atau stop? Setelah semua proses perekrutan berlangsung, apa yang intuisi kamu katakan? Dengarkan baik-baik.

 

Memang tidak mudah setiap membuat keputusan, tapi sebaiknya kita dapat membuat hal tersebut menjadi lebih mudah. Luangkan waktu untuk mempertimbangkan segala sesuatunya – tidak perlu bagi kamu untuk terburu-buru. Jika memungkinkan, mintalah waktu kepada perekrut setidaknya 1 – 2 hari sebelum kamu memutuskan. Setelah itu, hidup dan kehidupan kamu yang akan dipertaruhkan. Tidak ada salahnya meluangkan sejenak waktu untuk membuat keputusan yang baik.

 

 

JobsDBers, apa kalian pernah mempraktekkan beberapa poin di atas? Atau malah kalian punya tips kalian sendiri? Share pengalaman dan komentar kalian yaa!!

 

Bergabunglah di Facebook Fan Page, follow Twitter, dan terhubunglah di G+ kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia kerja. Jangan lupa share artikel yang ada di jobsDB agar dapat menginspirasi rekan-rekan Anda dalam berkarier.

 

 

Iklan lowongan baru setiap hari berarti kesempatan baru. Jangan sampai ketinggalan. Buat Job Alert