Boss, Minta Maaf Bukanlah Hal Tabu
Post on 12-Dec-09Oleh RO
Kecuali Anda adalah seorang malaikat, tidak ada makhluk di dunia ini yang selamanya benar. Siapapun bisa membuat kesalahan. Tidak terkecuali seorang atasan yang memimpin karyawan dan seringkali dijadikan role model mereka. Tetapi sering didapati sebuah paradigma ‘mengganggu’ bahwa seorang pemimpin selalu benar, therefore, seorang pemimpin tidak perlu minta maaf, terlebih lagi pada bawahannya.
Tetapi ketahuilah bahwa sekalipun sebagai atasan Anda merasa diri Anda imun dari keharusan meminta maaf, karyawan Anda akan mengingat setiap kesalahan yang Anda lakukan, terutama yang merugikan dan mempermalukan mereka. Jika Anda tidak melakukan sesuatu untuk memperbaikinya, enggan untuk berbesar hati mengakui kesalahan dan meminta maaf maka percayalah bahwa kepercayaan karyawan Anda akan berkurang sedikit demi sedikit. Pada akhirnya, bukan tidak mungkin mereka akan kehilangan seluruh kepercayaan bahkan rasa hormat atau respect terhadap Anda dan kepemimpinan Anda. Kalau sudah begitu, apa artinya kepemimpinan jika yang dipimpin tidak bersedia untuk mengikuti pemimpinnya?
Sungguh dahsyat dampak yang bisa ditimbulkan kelalaian meminta maaf. Sebelum Anda kehilangan kepercayaan dan respect dari karyawan Anda, hanya karena gengsi untuk meminta maaf, maka rubahlah pandangan Anda dan lakukan hal-hal berikut ini :
Maafkan diri Anda terlebih dahulu. Memang terasa memalukan saat Anda mengetahui bahwa sebagai atasan Anda melakukan kesalahan didepan karyawan. Terlebih lagi bila kesalahan tersebut mempermalukan dan merugikan karyawan Anda. Take a deep breath dan yakinlah bahwa boss pun manusia, wajar bila melakukan kesalahan dan pandanglah hal ini sebagai pelajaran berharga untuk mengembangkan karakter Anda. Ingatlah lagi bahwa daripada menyalahkan diri sendiri atau malah mencari alasan agar tidak perlu meminta maaf, lebih baik Anda mencari cara untuk memperbaiki dampak kesalahan yang Anda lakukan dan menggali hikmah yang bisa membantu ‘mematangkan’ dan mengembangkan karakter kepemimpinan Anda.
Minta maaf sesegera mungkin setelah Anda menyadari kesalahan Anda. Anda mungkin memerlukan waktu untuk menenangkan diri atau menyadari kesalahan yang telah Anda perbuat. Bahkan Anda juga akan memerlukan waktu untuk menyusun strategi untuk memperbaiki kesalahan Anda. Hal tersebut wajar Anda lakukan akan tetapi jangan menunggu terlalu lama karena karyawan lebih menghargai permintaan maaf yang dilakukan segera setelah kesalahan dilakukan.
Jangan memberikan alasan atau permintaan maaf yang berlebihan. Utarakan dengan wajar sebab kesalahan Anda, berikan analisa singkat namun informatif mengenai penyebabnya. Sama halnya dengan permintaan maaf Anda. Daripada mengutuki diri sendiri di depan karyawan, akan lebih baik jika Anda mengutarakan permintaan maaf dengan sewajarnya lalu berikan komitmen Anda untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Daripada mengatakan “semua ini adalah murni kesalahan saya, saya tidak pantas jadi pemimpin kalian” lebih baik Anda mengatakan “Saya telah salah mengambil keputusan, dan saya akan bertanggung jawab atas semua kesalahan tersebut.”
Berikan kesempatan pada karyawan Anda untuk mengutarakan pendapatnya secara jujur. Sangat mungkin Anda akan menghadapi emosi mereka, terlebih jika mereka merasa dirugikan bahkan dipermalukan karena kesalahan Anda. Berempatilah dan jangan membalas ucapannya dengan defensif. Tempatkanlah diri Anda sebagai pendengar terlebih dahulu. Langkah ini akan membuat mereka merasa pendapatnya dihargai. Dan percayalah bahwa tindakan ini akan mengembalikan kehormatan Anda di mata mereka.
Segera perbaiki dampak kesalahan Anda. Setelah menyelesaikan masalah yang timbul dengan karyawan Anda, turun tangan dan perbaiki akibat kesalahan Anda. Jika hal tersebut menyebabkan hubungan dengan rekanan perusahaan menjadi renggang, lakukan pendekatan kembali, begitu juga dengan dampak negatif lainnya.
Perhatikan bahasa tubuh Anda. Saat meminta maaf, ada bahasa tubuh yang harus Anda perhatikan agar proses ini efektif, seperti jangan silangkan tangan didepan dada, make eye contact, sedikit condongkan tubuh Anda kearah mereka dan bicaralah dengan perlahan. Show them that you mean it.
Remember!
Semakin tinggi Anda ingin memimpin, semakin rendahlah Anda harus melayani. Success for you!
Chandra Ming (General Manager jobsDB.com)