Dalam dekade terakhir ini semakin banyak jumlah angkatan kerja yang terjun ke dunia kerja professional di usia yang relative masih muda. Program pendidikan kejuruan atau diploma membuat jenjang pendidikan / keterampilan bisa diselesaikan dengan singkat sehingga semakin cepat pula mereka terjun ke dunia kerja.
Hal ini berakibat semakin banyaknya pekerja entry level yang berusia belia (18 - 21 tahun) bekerja dalam dunia kerja professional dan berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan yang lebih tua, bahkan bisa jadi lebih tua. Jika Anda salah satu calon karyawan atau karyawan yang mengalami hal seperti ini, pernahkah Anda merasakan awkwardness, perlakuan yang tidak bersahabat atau bahkan penolakan, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi dari rekan kerja yang lebih tua? Terlebih lagi jika Anda memiliki posisi yang selevel atau bahkan lebih tinggi dari mereka.
Tentu saja tidak semua rekan kerja akan bersikap seperti itu. Banyak co worker yang welcome dengan kedatangan Anda, selayaknya seorang pekerja professional.
Sementara itu, perilaku yang tidak bersahabat cepat atau lambat akan mengganggu aktifitas kerja Anda. Pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh beberapa anggota tim bisa berjalan dengan timpang karena ada keengganan dari salah satu atau beberapa pihak sehingga hasilnya pun tak maksimal.
Sebelum karir dan kinerja Anda terhambat karena masalah ini, berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu saat Anda harus bekerja dengan rekan kerja yang lebih tua.
Rekan kerja Anda lebih suka dengan status quo. Umumnya karyawan yang lebih senior sudah sangat terbiasa dengan prosedur yang ditetapkan dan dijalankan selama ini. Ingatlah hal ini sebelum Anda berniat untuk mengajukan perubahan standard operational procedure (SOP), mengajukan ide untuk mengupgrade pemakaian software, atau perubahan lainnya. Ikuti alur yang sudah established dan dilaksanakan. Dari hal inilah Anda akan mendapatkan respek awal dari mereka. Jika Anda merasa bahwa cara Anda lebih baik dan bisa meningkatkan produktifitas kerja, maka konsultasikan hal ini dulu dengan mereka sebelum Anda maju ke boss. Jika Anda sudah mendapatkan respek maka mereka bisa jadi sumber terpercaya mengenai informasi mengenai tata cara pengajuan ide, budaya kantor bahkan kebiasaan boss.
Berikan kesan pertama yang terbaik. Tentunya bukan kesan pertama dari penampilan semata, tetapi juga dari kematangan berpikir, kompetensi kerja yang bisa diandalkan, kesediaan untuk belajar dan bekerja sama. Hal ini akan memberikan kesan bagi pekerja senior bahwa Anda, walaupun berusia muda. Adalah seorang pekerja yang reliable.
Be conscious dengan perbedaan yang ada dan pandanglah sebagai suatu hal yang positif. Older worker memiliki pengalaman kerja yang lebih banyak, gaya manajemen dan perilaku yang berbeda bahkan pandangan mereka mengenai loyalitas terhadap perusahaan juga berbeda. Semua hal ini memberikan insight dan merupakan ilmu yang bermanfaat bagi Anda selama disikapi dengan positif. Hilangkan sifat skeptikal terhadap perbedaan dan gali ilmu yang bisa Anda terapkan untuk kepentingan kerja dan karir Anda.
Jangan sekali-kali merendahkan kemampuan dan kinerja older co worker. Mungkin mereka tidak terlalu mengikuti perkembangan tekhnologi tapi karyawan senior memiliki pengalaman kerja yang merupakan sumber ilmu tak ternilai. Pengalaman inilah yang tidak bisa Anda dapatkan walaupun Anda adalah seorang karyawan brilian yang memulai karir di usia muda. Jika mereka mengalami kesulitan, jangan segan untuk menawarkan bantuan. Inilah salah satu cara ampuh untuk mendapatkan respek dan acceptance dari mereka.
Perhatikan cara berinteraksi dengan rekan kerja yang lebih tua atau jauh lebih tua. Anda bisa menerapkan gaya berkomunikasi casual dengan rekan kerja yang seumur, memanggil dengan akrab tanpa embel-embel "pak" atau "bu". Akan tetapi hal yang berbeda berlaku dengan rekan kerja lebih tua. Kebanyakan akan merasa tidak nyaman jika Anda memanggil mereka tanpa sebutan "pak" atau "bu".