JobsDB.com

  • Masuk
  • |

  • Daftar
  • (Pencari Kerja)

  • Selamat datang, |

  • Keluar
  • Indonesia
  • (
  • English
  • /
  • Bahasa
  • )
  • | Ubah Negara
  • Hong Kong
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
  • China
  • Beranda Global
  • Beranda
  • My JobsDB
  • Tips Dunia Kerja
  • CampNet
  • Event
  • Tayangkan Iklan Pekerjaan
  • Beranda > Tips Dunia Kerja
    Pencarian lebih lanjut

    Jadi Boss Tanpa Dimusuhi Teman Kerja

    Post on 01-Jul-10
    Oleh RNO

    Saat mulai membangun karir , Anda juga memulai kedekatan dengan rekan kerja. Setiap perubahan dalam job description, rotasi kerja dan perombakan yang terjadi dalam divisi maupun perusahaan dihadapi dan dijalani bersama. Adalah hal yang wajar jika akhirnya Anda dan rekan jadi dekat, teman sepekerjaan yang saling curhat soal apa saja, mulai soal pribadi hingga soal boss yang menyebalkan.

    Tetapi saat Anda mendapatkan promosi pekerjaan dan memegang posisi tertentu, entah sebagai supervisor atau manager, tak disangka teman dan rekan kerja yang selama ini dekat dengan Anda mulai berubah. Walaupun mereka sekarang berada dibawah tanggung jawab Anda, justru rasanya mereka makin menjauh. Jangankan makan siang bareng, sedikit demi sedikit Anda juga mulai mendengar gosip yang tidak menyenangkan tentang Anda. Ada apa ini? Why they all turn against me? Kalau mereka terus menjauh dan tidak respect dengan kepemimpinan Anda, bagaimana Anda bisa menjalin hubungan yang efektif dengan mereka? Mungkin pikiran itu yang ada di pikiran Anda.

    Sebelum Anda menyalahkan mereka yang menurut Anda sirik dengan keberhasilan Anda, cobalah untuk melihat kembali kepemimpinan yang baru saja dijalani. Analisa kembali hal-hal yang membuat Anda dimusuhi dan dijauhi rekan kerja yang sekarang jadi bawahan Anda.

    1. Anda kehilangan empati.
      Sebelum Anda mendapatkan promosi, Anda bisa memberikan pandangan dan turut merasakan kesulitan teman saat menghadapi kesulitan dalam pekerjaannya. Teman pun merasa lebih leluasa untuk curhat dan meminta pandangan atau bantuan untuk mengatasi kesulitan dalam pekerjaan. Tetapi saat Anda menjadi boss mereka, Anda tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi. Yang Anda inginkan hanya hasil dan produktifitas yang memuaskan tanpa ingin tahu kesulitan yang mereka hadapi.
    2. Anda tidak melindungi mereka.
      Ingatkan Anda betapa menyebalkannya saat atasan Anda tidak mau mengayomi anak buahnya? Saat anak buah Anda melakukan kesalahan, Anda tidak mau turut maju dan mengambil tanggung jawab atas anggota tim Anda dan membiarkan mereka menyelesaikan akibat kelalaian mereka. Kesalahan ini membuat mereka merasa Anda masih bertingkah laku selayaknya rekan kerja instead of sebagai pemimpin.
    3. Menutup diri terhadap masukan dan ide dari anggota tim.
      Memegang posisi pemimpin membuat Anda merasa lebih atau bahkan paling pintar di antara anggota tim. Anda lalu menganggap remeh setiap opini dari anak buah Anda. Padahal bisa saja mereka memiliki ide cemerlang yang cocok untuk diterapkan untuk kemajuan tim. Anda juga meniadakan proses brain storming yang justru membuat anak buah terpacu untuk memunculkan ide-ide baru. Lebih parah lagi, Anda bahkan ‘mencuri’ ide anak buah Anda dan mempresentasikannya sebagai buah pikiran Anda.
    4. Bermuka dua.
      Anda mengkhianati kepercayaan mereka sebagai teman saat Anda menggunakan ‘curhat’ teman Anda sebagai alat untuk menjegal mereka. Saat mereka menceritakan keluh kesah tentang pekerjaan, mereka ingin Anda mendengarkan sebagai teman, bukan boss yang akan menggunakannya sebagai bukti yang mencoreng appraisal. Sebisa mungkin pisahkan posisi Anda sebagai teman dan sebagai atasan. Bertindaklah objektif setiap memandang permasalahan mereka.
    5. Menganggap diri Anda kebal untuk minta maaf.
      Mungkin Anda juga melihat bahwa atasan Anda selama ini tidak pernah mengucapkan maaf atau sering melemparkan kesalahan. Jika Anda merasa bahwa ini adalah privilege sebagai boss maka Anda salah. Ingatlah betapa kesalnya Anda dulu saat atasan menyalahkan Anda untuk hal yang tidak Anda lakukan. Jangan lakukan hal yang sama. Jadilah atasan dengan kualitas yang baik. Jika Anda merasa salah, jangan segan mengucapkan maaf, apapun posisi Anda dalam perusahaan.
    6. Remember!
      Leadership is not only positions, but it’s function. So, jika Anda berfungsi maka kinerja kepemimpinan Anda akan berbicara lebih.

      Chandra Ming (General Manager jobsDB.com)

    Kata kunci: rekan kerja berubah menyebalkan, teman kerja iri, teman kerja berubah, rekan kerja jadi musuh

    Artikel lain

    • Karaktermu Adalah Nasibmu
    • Ketika Presentasi, Pilih Sendiri Audiens Anda!
    • Hal kecil yang mempengaruhi Presentasi
    • Teknik Mendengar Dalam Presentasi !
    • Menjadi Pejuang Kemanusiaan
    • Kegagalan Memang Harus Terjadi
    • Tips Hindari Sikap Berikut Dalam Mencari Solusi
    • Kado Semangat Motivasi kerja
    • Tips Atasi Debat dengan Cara Sehat
    • Love Factor
    Lebih

    JobsDB.com

    There's better out there.
    Here's where you find it.

    Informasi Pemasangan Iklan:

    6221 5367 8888, 6221 2567 8000
    (Mon - Fri, 8:30am - 5:30pm)

    Email: CS@JobsDB.co.id


    Kota lainnya:
    Semarang - 024 845 6788 | Surabaya - 031 504 7766
    Bali - 0361 780 3672 | Yogyakarta - 0274 714 5388
    Medan - 061 75011 573 | Palembang - 0711 8012 352
    Batam - 0778 7081 888

  • Pencari Kerja
  • Temukan Pekerjaan
  • Daftarkan CV
  • Job Alerts
  • MyJobsDB
  • Perusahaan
  • Tayangkan Iklan
  • Cari Kandidat
  • Beriklan Bersama Kami
  • Tentang Kami
  • Tentang JobsDB
  • Tur
  • FAQ
  • Karir@JobsDB
  • Hubungi Kami
  • Perkakas
  • Versi Mobile
  • Gadgets
  • RSS
  • Hak Cipta© 1998-2013, Jobs DB Inc. Semua Hak Dilindungi.

  • Pernyataan Privasi
  • |
  • Syarat dan ketentuan
  • |
  • Sitemap