Tawaran Kerja Pertama, Haruskah Diterima (1)

Salah satu agenda utama para fresh graduate setelah lulus kuliah adalah secepatnya mendapatkan pekerjaan pertama. Mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan baik secara langsung maupun via job portal, menghadiri berbagai bursa lowongan kerja, bolak-balik interview dan tes di sana-sini merupakan kegiatan lazim yang dilakukan dalam usaha berburu pekerjaan yang diinginkan. Bukan merupakan sesuatu yang mudah dan instant mengingat situasi ekonomi yang sedang tidak menentu dan kerasnya persaingan dalam pasar tenaga kerja membuat job availability bagi lulusan baru pun menjadi sangat terbatas.

Karena itulah, setiap panggilan dari perusahaan yang dilamar, entah baru sekedar undangan untuk interview maupun panggilan lanjutan merupakan momen penting yang selalu ditunggu-tunggu. Apalagi jika akhirnya pihak perusahaan menawari Anda untuk bergabung dengan perusahaan mereka, yang berarti Anda diterima bekerja di sana. Kegembiraan pun langsung meluap dan seketika ingin menjawab "Ya" terhadap tawaran pekerjaan tersebut. Hold on, guys! Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan, belum tentu tawaran itu baik untuk debut karir Anda.

Perasaan takut dan khawatir kehilangan kesempatan, desakan untuk segera mengaktualisasikan diri, depresi karena terlalu lama menganggur, dan sederet alasan emosional lainnya dapat mempengaruhi keputusan besar yang harus Anda ambil. Oleh karena itu ada baiknya Anda mengevaluasi dahulu tawaran yang datang dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya sebagai berikut:

Inikah pekerjaan yang benar-benar Anda inginkan? Sebelumnya pastikan dahulu pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan minat, kebutuhan, kepribadian dan kemampuan Anda. Pelajari job descriptionnya dengan teliti, jangan terkecoh dengan nama jabatan yang mentereng. Terperangkap dalam pekerjaan yang 'bukan untuk Anda' hanya akan menyiksa diri sendiri dan justru berakibat kontraproduktif. Ingatlah, ini adalah langkah awal Anda dalam memasuki dunia profesional, jadikan pekerjaan pertama Anda sebagai stepping stone yang mantap bagi kemajuan karir Anda di masa depan.

Bagaimana reputasi perusahaannya? Perusahaan besar yang terbilang bonafid belum tentu memiliki manajemen yang baik pula. Selidiki track recordnya apakah pernah bermasalah dengan hukum, stabilitasnya dalam industri, dan pengelolaan SDM-nya. Berhati-hatilah sebab saat ini banyak fresh graduate yang menjadi korban scam operation dari perusahaan 'nakal' yang berpura-pura melakukan rekrutmen tapi ternyata menyuruh kandidatnya berinvestasi.Gunakan waktu wawancara Anda untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan tersebut.

Cocokkah Anda dengan iklim perusahaan? Anggap Anda sudah oke dengan pekerjaan yang ditawarkan, namun masih merasa kurang 'sreg' dengan iklim perusahaan yang tidak sejalan dengan prinsip dan kelihatan kurang mendukung kemajuan karir Anda. Cobalah bertanya kepada teman atau jejaring yang tahu tentang kebiasaan yang berlaku di perusahaan tersebut. Sekiranya dengan sedikit penyesuaian dapat meningkatkan chemistry dengan perusahaan, maka layak dicoba. Namun jika memang sudah bertolak belakang lebih baik tidak diteruskan.

 

Lanjutan