Kenapa Saya Belum Juga Dapat Kerja?
Setelah lulus kuliah, Anda pun mulai terjun ke kancah perburuan kerja. Setelah mencari informasi lowongan kerja online maupun offline, Anda menemukan beberapa pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi, keinginan dan passion Anda. Lalu proses melamar pekerjaan pun dimulai. Berbagai tips pencarian kerja Anda baca dan praktekkan. Mulai dari cara menulis CV yang menarik, cara menghadapi interview, cara berpakaian sampai ke bahasa tubuh yang dianjurkan. Namun entah kenapa pekerjaan impian Anda masih juga belum Anda dapatkan. Anda berhasil melewati beberapa tahapan rekrutmen, namun pada akhirnya Anda gagal mendapatkan pekerjaan tersebut. Padahal Anda merasa memiliki kualifikasi yang disyaratkan, lalu apa yang salah dengan Anda?
Saat Anda tahu bahwa Anda tidak mendapatkan pekerjaan tersebut, tenang dan jangan langsung berkecil hati. Hal itu bukan berarti Anda bodoh atau tidak memiliki keterampilan yang menjual, namun ada hal-hal lain yang membuat Anda harus kalah dari kancah persaingan kandidat karyawan, beberapa diantaranya adalah :
1. Persaingan. Bidang yang Anda minati mungkin memiliki peminat yang besar dengan jumlah pekerjaan yang tidak sebanding. Hal ini membuat persaingan ketat jadi hal yang tidak bisa dihindari. Ketika Anda mengirimkan lamaran Anda, ingatlah bahwa ada puluhan bahkan ratusan kandidat lainnya yang melakukan hal yang sama. Mereka mungkin memiliki kualifikasi yang sama bahkan lebih dari Anda. Disinilah pentingnya memiliki dan menonjolkan keterampilan atau kelebihan yang membuat Anda terlihat memiliki hiring value lebih dibandingkan kandidat lain.
2. Minimum job requirements. Salah satu hal penting yang harus diingat oleh pencari kerja adalah kualifikasi yang ditampilkan di iklan lowongan kerja seringkali adalah harapan minimal perusahaan terhadap kandidat. Jika Anda memenuhi hanya sebagian dari kualifikasi, dengan persaingan yang ketat, kecil kemungkinan Anda mendapatkan kesempatan wawancara. Selain itu seringkali perusahaan juga mengharapkan kandidatnya memiliki keterampilan khusus atau soft skill tertentu yang tidak ditampilkan di iklan. Contohnya desainer grafis sebuah perusahaan retail diharapkan memiliki communication skill dan kepribadian ekstrovert yang bisa membantunya untuk, menggali dan menerjemahkan keinginan berbagai vendor dan menuangkannya dalam desain poster, catalog, brosur dan media promosi lainnya.
3. Menyatakan bahwa tidak memiliki kompetensi namun bersedia untuk belajar. Bisa saja Anda memiliki ketertarikan besar dan passion dalam sebuah bidang dan bersedia untuk belajar banyak dan mendedikasikan waktu dan tenaga untuk itu. Namun terkadang passion dan antusiasme besar tidak cukup meyakinkan perusahaan bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk mereka. Kebanyakan akan memilih kandidat yang tidak harus susah payah dilatih dan langsung dapat berkontribusi bagi perusahaan.
4. Over qualified.
Keterampilan, keahlian, pengalaman dan latar belakang yang Anda miliki bisa saja melebihi ekspektasi perusahaan. Biasanya hal ini sudah terdeteksi dari CV Anda. Jika Anda juga mencantumkan gaji yang diharapkan dan ternyata tidak sesuai dengan budget perusahaan, maka makin kecil kesempatan Anda untuk memperoleh kesempatan interview.
Lanjutan
|