Makan Sehat di Perjamuan Bisnis

Seringkali pertemuan atau meeting dengan rekan kerja atau rekan bisnis mengharuskan Anda untuk turut makan bersama mereka. Mungkin hanya sekedar makan siang atau hanya coffee break sambil membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan hingga perjamuan bisnis yang besar untuk merayakan peristiwa penting bagi perusahaan.

Mungkin Anda tidak pernah menyadari bahwa frekuensi makan bersama untuk kepentingan bisnis juga bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Apalagi jika pekerjaan Anda mengharuskan untuk sering mengikuti lunch meeting bersama atasan atau rekanan. Jika Anda tidak menjaga porsi dan memilih jenis makanan yang Anda konsumsi, sedikit-demi sedikit bukan tidak mungkin lingkar pinggang Anda bertambah, perut membuncit lalu lama kelamaan kondisi kesehatan Anda akan terganggu.

Ada beberapa tips yang bisa membantu Anda untuk memilih makanan sehat selama lunch meeting atau perjamuan bisnis tanpa membuat rekan kerja dan boss Anda merasa tak nyaman atau rikuh.

  1. Jangan lupa sarapan untuk mengisi energi Anda sebelum menghadapi meeting. Jangan sekali-kali datang ke pertemuan atau perjamuan bisnis dengan perut kosong karena hal ini bisa membuat Anda makan membabi buta tanpa memilih makanan yang baik untuk tubuh Anda. Pilihlah menu sarapan yang mengenyangkan dan memberikan energi seperti oatmeal, sereal tinggi serat, potongan buah segar atau roti gandum dengan protein berasal dari telur, lean meat atau keju. Jenis makanan ini akan menahan lapar lebih lama dan membantu Anda menahan diri saat melihat gorengan atau aneka pastry yang dihidangkan saat meeting.
  2. Hindari makanan pembuka yang digoreng atau berminyak. Lebih baik Anda memilih potongan buah segar untuk mengisi perut Anda sebelum makan makanan utama. Pilihlah salad tersedia dalam menu, namun perhatikan dressing yang Anda pakai. Hindari creamy dressing yang terbuat dari krim atau kuning telur, pilihlah saus yang berbahan dasar minyak zaitun dan vinegar.
  3. Hindari soft drink, aneka jenis kopi, teh manis dan tentunya minuman beralkohol. Perhitungkan kalori yang Anda masukkan ke tubuh dengan minuman tersebut. Lebih baik pilih teh tanpa gula, teh hijau atau air putih biasa. Selain mengandung kalori kosong, juga bisa membantu Anda untuk merasa kenyang lebih lama.
  4. Pilihlah protein dari ikan (salmon, gindara, tuna), lean meat (dada ayam, daging tanpa lemak) yang dimasak tanpa santan atau saus pekat. Pilihlah ikan yang dibakar saja, broil atau pan seared. Jangan hindari karbohidrat karena Anda membutuhkannya untuk energi, namun makanlah dengan porsi moderate.
  5. Fokus pada makanan Anda. Sebisa mungkin hindari makan sambil berdiri atau 'ngobrol' dengan rekan kerja. Nikmati setiap kunyahan makanan agar Anda bisa mengirimkan sinyal ke otak dan ketubuh lebih cepat bahwa Anda sudah kenyang dan harus berhenti makan.
  6. Jangan takut untuk menolak makanan yang menurut Anda tidak sehat. Saat Anda ditawari calorie and sugar dense cake sebagai dessert, dengan sopan katakan bahwa Anda sudah kenyang. Pilihlah hidangan penutup seperti agar-agar. Jika Anda tidak bisa menahan diri, batasilah dengan mengambil sedikit cake.
  7. Jika Anda tidak memiliki pilihan makanan sehat lain di menu yang tersedia. Pilihlah makanan yang paling tidak mendekati kriteria makanan sehat seperti memilih kue-kue jajanan pasar yang dikukus dan mengandung buah daripada kue yang digoreng.